Bagaimana Mengonversi Modal Sosial Bangsa untuk Keluar dari Masa Sulit Akibat Pandemi?

Modal Sosial Ilustrasi

Semarang, Idola 92.6 FM – Menghadapi pandemi Covid-19, kepemimpinan kembali diuji sekaligus arah dan visi Indonesia ke depan. Di sisi lain, modal sosial yang besar dapat menjadi bekal bagi Indonesia dalam menghadapi gelombang tantangan. Rasa saling percaya, kuatnya jaringan sosial, dan hubungan baik antarmasyarakat menjadi modal sosial penopang perjalanan bangsa selama ini.

Di sisi lain, Kepemimpinan seseorang justru teruji ketika ia menghadapi krisis. Sebab, krisis muncul tanpa direncanakan dan reaksi spontan pemimpin dalam membuat suatu keputusan sangat menentukan bagaimana krisis dapat diatasi. Belajar dari pengalaman sejarah selama 75 tahun merdeka Indonesia mampu menghadapi krisis, baik di bidang politik maupun ekonomi.

Baca Juga:

Lalu, di tengah masa-masa sulit krisis akibat Pandemi Covid-19, bagaimana mestinya pemimpin memainkan perannya dalam upaya membangun optimisme? Sudahkah modal sosial yang dimiliki bangsa ini—sudah dikonversi dalam bahasa kebijakan untuk membawa Indonesia keluar dari masa sulit ini?

Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, radio Idola Semarang berdiskusi dengan beberapa narasumber, yakni: Sudirman Said (Mantan Menteri ESDM/ Sekjen PMI) dan Siswono Yudo Husodo (Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Universitas Pancasila). (her)

Berikut podcast diskusinya:

Artikel sebelumnyaMengenal Agus Affianto, Pembudidaya yang “Bercakap-cakap” dengan Tanamannya
Artikel selanjutnyaMenakar Stimulus Bagi Karyawan dengan Gaji Di Bawah Rp5 juta, Efektifkah Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi?