Bulog Jateng Bagikan 15 Kilogram Beras ke Keluarga Penerima Manfaat

Miftahul Ulum
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jateng Miftahul Ulum secara simbolik menyerahkan bantuan sosial beras kepada salah satu KPM di kantor Dinas Sosial Jateng, Rabu (2/9).

Semarang, Idola 92,6 FM – Perum Bulog Jawa Tengah menyalurkan bantuan beras kepada para keluarga penerima manfaat (KPM) yang ada di empat wilayah sebanyak 45 ribu ton beras. Penyaluran bantuan beras bekerja sama dengan Dinas Sosial Jateng, untuk akurasi data penerimanya.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jateng Miftahul Ulum mengatakan setiap bulannya, ada 15 ribu ton beras yang disalurkan selama tiga bulan. Penyaluran dilakukan di masing-masing wilayah mulai dari Semarang Raya, Solo Raya, Pekalongan dan Pati.

Miftahul menjelaskan, penyaluran beras dilakukan transporter ke rumah masing-masing PKH. Untuk wilayah Jateng, dilakukan DNR sebagai lembaga penyalur beras.

“Beras yang kita salurkan itu sesuai yang disampaikan pak menteri dan dirut kami, adalah beras medium bukan premium. Kita jamin dan kita uji coba tanak, bahwa beras yang kita bagikan sesuai dengan yang disampaikan pak dirut. Untuk kualitasnya kami menjamin bagus,” kata Miftahul di sela peluncuran Beras Bantuan Sosial Beras di kantor Dinsos Jateng, Rabu (2/9).

Sementara Kepala Dinsos Jateng Harso Susilo menambahkan, bantuan sosial beras merupakan salah satu program Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi keluarga yang terdampak pandemi. Dengan bantuan itu, diharapkan bisa mengurangi beban pengeluaran KPM.

Menurutnya, setiap KPM nantinya akan menerima bantuan beras sebanyak 15 kilogram per bulan selama tiga bulan. Terutama bagi KPM Desil I dan Desil II, yang memang belum menerima bantuan.

“Yang di Jawa Tengah ini sesuai SP2D bulan Juli, ada 1.560.733 KPM. Ini disalurkan sesuai arahan pak menteri. Meskipun bulan Juli datanya, tapi mulai salur pada Agustus dan September serta Oktober 2020. Kami juga meminta Dinas Sosial di masing-masing kabupaten/kota untuk mengawal penyaluran bantuan ini,” ujar Harso.

Lebih lanjut Harso menjelaskan, mekanisme penyaluran bantuan sosial beras di lapangan jangan sampai menimbulkan persoalan ataupun kecemburuan sosial. Sehingga, para transporter yang akan menyalurkan beras ke rumah KPM harus sesuai datanya. (Bud)

Berikut video liputannya:

https://www.instagram.com/p/CEoG8MFnMjt/

Artikel sebelumnyaEpidemiolog: Cakupan Tes Covid-19 Harus Terus Diperluas dan Diperbanyak
Artikel selanjutnyaCitrakasih Nente, Sahabat Orangutan dari Yayasan Ekosistem Lestari