Hari Guru Harus Jadi Motivasi Guru Bekerja Lebih Inspiratif

Aprillia Palupi
Aprillia Palupi, guru SMKN Bansari Temanggung menjelaskan kepada Gubernur Ganjar Pranowo soal keberhasilannya.

Semarang, Idola 92,6 FM – Munculnya pandemi COVID-19 dan membuat sistem pelajaran menjadi pengajaran jarak jauh, harus mampu menjadikan guru berbuat kreatif dan penuh inspiratif. Sehingga, para siswa tidak jenuh menerima pelajaran meskipun dilakukan dari rumah masing-masing.

Adalah Aprillia Palupi, seorang guru di SMKN 1 Bansari Kabupaten Temanggung yang didapuk menjadi guru inspiratif tingkat nasional 2020. Aprillia mendapat penghargaan medali emas, karena dianggap sebagai guru paling inspiratif se-Indonesia.

Menurut Aprillia, dirinya juga pernah mendapat penghargaan serupa tahun sebelumnya. Yakni Kompetensi Keahlian Guru Produktif Bidang Pertanian, dan mendapatkan medali emas.

Aprillia menjelaskan, memeringati Hari Guru Nasional di tengah pandemi ini harus lebih banyak guru yang kreatif dan inspiratif. Sehingga, para siswa yang belajar dari rumah tetap bisa menerima dan menangkap pelajaran dengan baik.

“Tadinya saya berpikir, sebelum ada pandemi Korona sudah menggunakan aplikasi ini untuk pembelajaran jarak jauh. Sebelumnya aplikasinya sudah banyak digunakan orang, pakai mobile exam dan nulisnya pakai Microsoft form. Tapi itu saya gunakan saat di luar materi pelajaran. Jadi, uji coba pertama seperti ini. Ternyata, respon anak-anak senang banget dan tertarik sepertinya. Di tempat saya itu menjadi hal baru, dan saat ada pandemi Korona ini aplikasi ini bisa diterapkan,” kata Aprilia, kemarin.

Aprillia Palupi, guru di SMKN 1 Bansari Temanggung:

Lebih lanjut Aprillia menjelaskan, sebagai seorang guru maka harus mampu menjadi panutan bagi para siswanya. Sehingga, kehadirannya mampu memberikan uluran tangan kepada para muridnya dalam kondisi apapun.

“Banyak guru yang harus mau bekerja lebih banyak, tidak hanya mengajar di kelas saja Jadilah guru yang inspiratif, mampu memecahkan masalah yang dihadapi di lingkungannya. Jangan menjadi guru yang hanya duduk di belakang meja saja,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaMengakselerasi Sinergi Kolaborasi Kecerdasan Artifisial (AI)
Artikel selanjutnyaBuruh Prihatin Ada Kepala Daerah di Jateng Naikkan Upah di Bawah 3,27 Persen

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini