Memahami Fenomena Anomali La Nina bersama BMKG

Herizal
Herizal, Deputi Bidang Klimatologi BMKG. (Photo: Dok Pribadi)

Semarang, Idola 92.6 FM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut curah hujan tinggi yang terjadi di Indonesia akibat dari fenomena anomali iklim La Nina. Curah hujan diprediksi meningkat sekitar 40 persen.

La Nina adalah peristiwa turunnya suhu air laut di Samudera Pasifik di bawah suhu rata rata sekitarnya. Dampak La Nina adalah meningkatnya curah hujan di wilayah Pasifik Ekuatorial Barat di mana Indonesia termasuk di dalamnya.

Citra Satelit Cuaca BMKG
Citra Satelit Cuaca BMKG. (Photo: BMKG)

Intensitas hujan tinggi akan terjadi di seluruh wilayah Indonesia pada September sampai November mendatang. Namun, hal itu tidak terjadi di sebagian wilayah Kalimantan dan Sumatera.

Selengkapnya mengenai apa itu fenomena anomali La Nina dan dampaknya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang dengan Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal. (yes/ her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaBI Perluas Bank Umum Yang Terima Penukaran UPK 75 RI
Artikel selanjutnyaVaksin Covid-19: Antara Harapan dan Ancaman, Akankah Vaksin Dipaksakan Ketika Banyak Juru Wabah Mengingatkan?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini