Pemprov Jateng Ingatkan Zona Merah Makin Meluas

Pemeriksaan tes COVID-19
Petugas melakukan pemeriksaan tes COVID-19 di Stasiun Tawang Semarang.

Semarang, Idola 92,6 FM – Pemerataan zona merah di Jawa Tengah semakin luas, karena terus ditemukannya kasus positif lewat pemeriksaan tes COVID-19 yang masif di sejumlah daerah. Oleh karena itu, Pemprov Jateng meminta kabupaten/kota tidak lengah dalam menjaga dan mengedukasi warganya soal bahaya COVID-19.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan pemeriksaan tes COVID-19 yang dilakukan secara masif dengan target 4.991 tes setiap hari itu, akan memudahkan di dalam menemukan kasus positif di tengah masyarakat. Sehingga, upaya penanganan sejak dini bisa dilakukan.

Ganjar menjelaskan, mengejar target 4.991 tes setiap hari bukan perkara mudah karena membutuhkan kerja sama semua pihak. Sehingga, upaya tracing dan testing bisa dilakukan untuk penanganan selanjutnya.

Menurutnya, upaya tes masal COVID-19 akan membuat kasus positif terus mengalami peningkatan dari hari ke hari selama empat pekan terakhir ini.

“Kita sudah tes, dan kita cek sendiri gitu kan. Jadi, kita enggak boleh lengah. Maka saya ingatkan kepada bupati/wali kota, untuk semuanya aware. Jangan takut soal citra, dan yang daerahnya sudah mulai menguning atau grafik memutih atau menuju hijau jangan senang dulu. Karena sebenarnya, pemerataan ke merah hampir merata begitu. Saya langsung WA pada kawan-kawan bupati/wali kota, karena angka Reporduksi efektif atau Rt-nya di Jawa Tengah minggu ke-31 meningkat bila dibanding minggu ke-30. Dan ini merupakan peningkatan secara terus menerus dalam empat minggu terakhir,” kata Ganjar, Rabu (5/8).

Ganjar lebih lanjut menjelaskan, saat ini kondisi kabupaten/kota di Jateng terkait penyebaran dan penularan COVID-19 mengalami peningkatan. Sedangkan wilayah Jepara menjadi daerah tertinggi Rt-nya, dan disusul Solo Raya serta Eks Karesidenan Kedu.

“Makanya kami optimalkan koordinator wilayah di enam eks karesidenan, untuk membantu menyelesaikan persoalan-persoalan itu. Jangan remehkan COVID-19 ini, karena semua strata bisa kena,” tandasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaMembaca Indeks Demokrasi Indonesia, Benarkah Aspek Kebebasan Sipil Masih Mengkhawatirkan?
Artikel selanjutnyaJateng dan India Jajaki Kerja Sama Investasi Rempah