Peneliti Fasilkom UI, Manfaatkan AI untuk Deteksi Ujaran Kebencian di Twitter

Okky
Muhammad Okky Ibrohim, M.Kom, Peneliti Fasilkom Universitas Indonesia. (Photo: dok Okky)

Semarang, Idola 92.6 FM – Dua Peneliti dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) yaitu Muhammad Okky Ibrohim, M.Kom dan Dr Indra Budi memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk mendeteksi ujaran kebencian dan bahasa kasar yang di-cuit-kan oleh netizen Indonesia pada media sosial Twitter. Penelitian ini kelak dapat dimanfaatkan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri untuk investigasi kejahatan siber di Indonesia.

Hasil riset menunjukkan bahwa kombinasi fitur Word Unigram Random Forest Decision Tree (RFDT), dan Label Power-set (LP) mampu medeteksi bahasa kasar dan ujaran kebencian yang terdapat di Twitter dengan akurasi 77,36%. Dari total 13.169 cuitan yang berhasil dikumpulkan dengan memanfaatkan Twitter Search API, tercatat sebanyak 7.608 cuitan adalah bukan ujaran kebencian dan 5.561 cuitan adalah ujaran kebencian.

Twitter

Menurut Okky, dalam risetnya ini, ujaran kebencian dikategorikan menjadi lima kategori seperti: agama, ras, fisik, gender, atau orientasi seksual, dan umpatan lainnya. Pendeteksian juga mampu mengklasifikasikan target, kategori, dan level ujaran kebencian itu sendiri.

Ujaran kebencian diklasifikasikan pada tiga level. Pertama, weak hate speech yaitu level kata umpatan ditujukan pada individu tanpa unsur provokasi. Kedua, moderate hate speech adalah level umpatan yang ditujukan kepada kelompok tanpa provokasi. Ketiga, strong hate speech adalah level umpatan yang memprovokasi dan berpotensi membuka konflik.

Selengkapnya mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendeteksi ujaran kebencian, berikut ini wawancara radio Idola Semarang dengan Peneliti Fasilkom Universitas Indonesia, Muhammad Okky Ibrohim, M.Kom. (yes/ her)

Dengarkan podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaPemkot Solo Minta Pemprov Fasilitasi Rakor Pencegahan COVID-19 se-Solo Raya
Artikel selanjutnyaMerefleksi Hari Anti Korupsi Sedunia: Menakar Relasi Demokrasi dan Korupsi di Indonesia

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini