PLN Jateng-DIY Ikut Andil Bangun Akhlak Umat Lewat Pembangunan Masjid di Yogya

Bantuan Masjid
GM PLN UID Jateng-DIY Feby Joko Priharto menyerahkan bantuan pembangunan Masjid Hajah Yuliana dan diterima Ketua Tim Pengembangan Mu'allimin Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif.

Semarang, Idola 92,6 FM – Memberdayakan dan mengembangkan kepribadian atau akhlak umat, tidak hanya menjadi ranah dari Kementerian Agama saja. PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah-Yogyakarta juga bisa ikut ambil bagian, lewat pembangunan Masjid Hajah Yuliana di Kampus Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah, Bantu, Yogyakarta, Senin (24/2) kemarin.

GM PLN UID Jateng-DIY Feby Joko Priharto mengatakan pihaknya bersama Muhammadiyah, bekerja sama mengembangkan pembentukan akhlak Budi pekerti melalui bantuan pembangunan masjid di lingkungan kampus Muhammadiyah.

Feby menjelaskan, bantuan yang diberikan jumlahnya memang tidak begitu besar. Namun, bisa dikelola untuk melancarkan proses pembangunan masjid.

Feby Joko Priharto
GM PLN UID Jateng-DIY Feby Joko Priharto berbincang dengan Ketua Tim Pengembangan Mu’allimin Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif.

“Saya ingin mengucapkan selamat, atas dimulainya pembangunan Masjid Hajah Yuliana di Kampus Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah. Besar harapan, pembangunan masjid ini diberikan kemudahan dan kelancaran sampai pada akhirnya nanti digunakan sepenuhnya,” kata Feby usai penyerahan simbolis bantuan senilai Rp50 yang diterima Ketua Tim Pengembangan Mu’allimin Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif.

Sementara, Buya Syafii Maarif menyatakan masjid menjadi pilar di dalam kampus untuk memancarkan Islam yang rahmah dan pro kemanusiaan serta keadilan.

Mantan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menjelaskan, pengembangan Mu’allimin dari Kota Yogyakarta ke Kecamatan Sedayu, Bantul menjadi harapan baru agar lebih banyak lagi menimba ilmu di madrasah yang didirikan KH Ahmad Dahlan ini.

“Dengan kontribusinya dalam pembangunan ini, maka turut serta dalam upaya untuk mencerdaskan anak bangsa,” ucap Buya. (Bud)

Artikel sebelumnyaPLN Targetkan Suplai Listrik di Rembang Normal 2×24 Jam Pasca Robohnya SUTET
Artikel selanjutnyaRSUP dr Kariadi Sebut Seorang Pasien Dalam Pengawasan di Isolasi Meninggal Dunia

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini