Wenri Wanhar, Lima Tahun Mengkaji Borobudur

Wenri Wanhar
Wenri Wanhar. (Photo: Dok Pribadi)

Semarang, Idola 92.6 FM – Borobudur tak pernah habis dibicarakan. Pun di era milenial saat ini. Mahakarya candi Buddha yang pernah dibangun pada abad ke-9 ini memang sangat terkenal di Indonesia. Kemegahan Borobudur yang terletak di Kabupaten Magelang Jawa Tengah ini membuat setiap orang ingin berkunjung ke salah satu candi yang pernah masuk ke dalam tujuh keajaiban dunia.

Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno. Ia memiliki 1460 relief dan 504 stupa dengan bentuk bangunan punden berundak-undak yang terdiri dari 10 tingkat.

Konon, setiap tingkatan pada bangunan melambangkan tahapan kehidupan manusia. Sesuai mazhab Buddha Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Buddha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut.

Menyelami seluk beluk bangunan Borobudur, sejarawan Wenri Wanhar, selama beberapa tahun terakhir mengkaji Borobudur. Dalam penelusuran selama lima tahun, Wenri menemukan ajaran dan teknologi masa lampau tersebar di pelosok Indonesia. Lalu, temuan penting apa saja yang diperoleh? Pesan apa yang tersampaikan dalam setiap relief dan stupa yang berada di bangunan Borobodur? Berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama sejarawan Wenri Wanhar. (yes/ her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaAjak Tembus Pasar Digital, BI Jateng Gelar UMKM Gayeng 2020
Artikel selanjutnyaAntara Substansi dan Artikulasi: Sudahkah Komunikasi Pemerintah Kepada Masyarakat Terjalin Efektif?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini