Berkat Pelatihan, Pelaku UMKM Mulai Petik Hasilnya

Keripik Mbak Pesek
Salah satu pekerja Keripik Mbak Pesek sedang menggoreng keripik untuk memenuhi pesanan pembeli.

Semarang, Idola 92,6 FM – Sejumlah pelaku UMKM di Kota Semarang mulai terbantu, dengan adanya pelatihan yang diberikan Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah sehingga berdampak pada hasil penjualan. Para pelaku UMKM yang sudah mendapat pelatihan mengaku mulai merasakan hasilnya, dan pangsa pasar juga terbuka lebar.

Salah satunya adalah pemilik usaha Keripik Mbak Pesek, Sriyati warga Kota Semarang. Sejak mendapatkan pelatihan dan bantuan dari pemerintah, produk keripik tempe buatannya mulai dikenal luas dan sudah merambah ke toko-toko modern.

Menurut Sriyati, penjualannya juga telah masuk ke tempat wisata dan pusat oleh-oleh.

Sriyati menjelaskan, sebelum mendapatkan pelatihan itu dirinya masih menjual produknya seharga Rp10 ribu per kemasan. Setelah mendapat pelatihan membuat kemasan menarik dan pelabelan nama, kini dirinya berani memasang harga Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per kemasannya.

“Dari awalnya saya hanya buat keripik kemasan biasa, dan hanya label biasa saja. Seperempat kilo saya jual Rp10 ribu. Terus setelah saya dapat pelatihan, kemasan dan labeling akhirnya saya menjadi kemasan plastik modifikasi sendiri dan ada standarnya. Harga jualnya menjadi Rp15 ribu per 200 gram,” kata Sriyati.

Lebih lanjut Sriyati menjelaskan, kini dirinya setiap bulan mampu meraup keuntungan penjualan hingga Rp15 juta.

Sementara itu kisah bahagia juga disampaikan Emi Widyasih, usai mendapat pelatihan dari Dinas Koperasi dan UMKM Jateng. Dirinya mengaku dengan berjualan bawang goreng dengan merek Bagor Bucah atau Bawang Goreng Bu Cahyo itu, semakin mantap menjual produknya hingga ke perhotelan.

Menurut Emi dirinya mengikuti beberapa pelatihan yang diadakan di antaranya pelatihan kemasan, sertifikasi halal dan hak kekayaan intelektual.

“Jadi semakin pede masuk ke toko-toko modern. Terus kemarin juga masuk ke Hotel Tentrem yang di supermarketnya. Terus mulai banyak reseller sih, Alhamdulillah. Ya selama ini pelatihan-pelatihan sangat membantu, tapi kalau tidak dibantu promosi ya sama saja,” ucap Emi.

Emi berharap, dengan semakin banyak pelaku UMKM mengikuti pelatihan maka akan semakin memerkaya ilmu pengetahuan dan keterampilan. Sehingga, produk yang dihasilkan juga akan semakin berkualitas dan diminati pasar. (Bud)

Artikel sebelumnyaPenataan Kawasan Borobudur Baru Capai 7 Persen
Artikel selanjutnyaDinkop Jateng Kurasi Produk UMKM Agar Bisa Masuk Hotel

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini