Dinkop Jateng Kurasi Produk UMKM Agar Bisa Masuk Hotel

Produk UMKM asal Jateng
Beberapa produk UMKM asal Jateng yang dipajang di lobi Hotel Novotel Semarang.

Semarang, Idola 92,6 FM – Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil, agar bisa naik kelas dan tampil di outlet atau menyuplai kebutuhan kalangan perhotelan. Oleh karena itu, Dinkop dan UMKM Jateng terus melakukan kurasi produk UMKM agar bisa memenuhi standar perhotelan.

Kepala Dinkop dan UMKM Jateng Ema Rachmawati mengatakan saat ini sudah ada 43 UMKM yang bekerja sama dengan Accor Group, dan menjalin kontrak selama dua tahun ke depan sebagai penyuplai kebutuhan hotel-hotel di bawah bendera Accor Group. Pernyataan itu dikatakannya terkait kerja sama dengan pihak hotel untuk bisa ikut membantu pelaku UMKM di Jateng, belum lama ini.

Ema menjelaskan, ke-43 pelaku UMKM yang telah lulus kurasi itu nantinya akan menyuplai kebutuhan empat hotel di bawah Accor Group di Kota Semarang dan Surakarta. Bahkan, dalam kerja sama itu juga memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk memamerkan produk-produk UMKM di lobi hotel secara gratis setiap akhir pekan.

Menurut Ema, beberapa produk UMKM yang lulus kurasi itu di antaranya produk makanan dan bahan pangan serta kopi dan kerajinan tangan.

“Jadi kurasi itu menjadi satu kunci untuk bisa masuk ke hotel. Yang memenuhi standar itu kan tidak banyak. Jadi kita kurasi bener butuhnya apa, kita kurasi. Misal telur ayam butuhnya seperti apa, ukurannya berapa. Accor Group kan hotel internasional. Jadi standarnya itu standar internasional semua. Kayak beras maunya yang sekalu baru,” kata Ema.

Lebih lanjut Ema menjelaskan, kerja sama dengan hotel itu akan membuat produk pelaku UMKM di Jateng naik kelas. Oleh karenanya, para pelaku UMKM harus mampu menjaga dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat, kita bisa kerja sama dengan Dafam Group untuk pelaku UMKM bisa masuk ke hotel-hotel mereka. Rencananya, tidak hanya di Jawa Tengah saja tetapi bisa sampai ke Jawa Timur,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaBerkat Pelatihan, Pelaku UMKM Mulai Petik Hasilnya
Artikel selanjutnyaPro-Kontra Vaksin Nusantara, Apa Inti Masalahnya?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini