BI Kenalkan QRIS ke Pedagang Pasar Kaliwungu

Bupati Kendal Dico Ganinduto (kanan)
Kepala KPw BI Jateng Pribadi Santoso (kiri) bersama Bupati Kendal Dico Ganinduto (kanan) saat blusukan ke Pasar Kaliwungu.

Semarang, Idola 92,6 FM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah mengenalkan sistem pembayaran digital melalui aplikasi QR Indonesia Standart (QRIS) kepada para pedagang dan pembeli di Pasar Kaliwungu Kendal, Kamis (25/11). Pasar Kaliwungu dipilih sebagai piloting pasar sehat, inovatif dan aman memakai QRIS.

Kepala KPw BI Jateng Pribadi Santoso mengatakan program tersebut merupakan kerja sama Kementerian Perdagangan dengan Bank Indonesia di tingkat pusat, dan daerah hanya meneruskan saja. Pasar Kaliwungu yang ditunjuk dalam penerapan penggunaan QRIS di Kendal, nantinya akan dipantau Bank Indonesia bersama Kementerian Perdagangan dan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP).

Pribadi menjelaskan, kehadiran QRIS akan meningkatkan daya saing bagi para pedagang di Pasar Kaliwungu. Sebab, akan menyediakan berbagai pilihan cara pembayaran sesuai dengan tren perkembangan teknologi saat ini.
“Diharapkan nanti akan tercipta ekosistem sistem pembayaran yang sehat, aman untuk digunakan bertransaksi bagi pedagang dan konsumen. Program-program ini kami inisiasi dengan pemerintah daerah, dan melibatkan perbankan. Dengan adanya QRIS ini, sudah bisa membayar tanpa harus bertemu,” kata Pribadi.

Sementara itu Bupati Kendal Dico Ganinduto menambahkan, untuk Pasar Kaliwungu ada 230 pedagang yang sudah menggunakan QRIS sebagai sistem pembayaran digital. Dengan peran aktif pedagang, diharapkan bisa membantu melakukan sosialisasi pembayaran digital kepada masyarakat.

Menurut Dico, pembayaran digital itu akan memudahkan transaksi dan keamanan antara pedagang dengan pembeli.

“Ini memang merupakan sistem yang keren, dan ini memang sudah seharusnya diterapkan di pasar-pasar yang ada di daerah. Khususnya yang ada di Kabupaten Kendal. Jadi memang dengan perkembangan zaman digitalisasi semuanya ini yang dibutuhkan. Saya berharap kepada paguyuban pasar yang ada di Kaliwungu untuk menerapkan QRIS. Ini bisa disosialisasikan ke seluruh pedagang,” ucap Dico.

Lebih lanjut Dico menjelaskan, Pasar Kaliwungu menjadi salah satu pasar terbesar di Kendal. Pasar Kaliwungu juga baru selesai dilakukan revitalisasi pada 2020 kemarin, setelah terjadi kebakaran pada 2017 lalu. (Bud)

Artikel sebelumnyaMengenal Veronica Christamia Juniarmi, Penggagas Gerakan Tempat Nasi Gratis Jogja
Artikel selanjutnyaProdusen Otomotif Dalam Negeri Berlomba Buat Motor Listrik

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini