Mengenal Veronica Christamia Juniarmi, Penggagas Gerakan Tempat Nasi Gratis Jogja

Veronica Christamia Juniarmi
Veronica Christamia Juniarmi Penggagas gerakan Tempat Nasi Gratis Jogja. (Photo dok Vero)

Yogyakarta, Idola 92.6 FM – Spirit agar lebih banyak berbagi dengan sesama mengerakkan Veronica Christamia Juniarmi menggagas gerakan Tempat Nasi Gratis Jogja. Vero—panggilan akrab Veronica Christamia Juniarmi mulai merintis tempat nasi gratis di Yogyakarta pada Februari 2019. Sebelum tempat Nasi Gratis Jogja, Vero ternyata juga mendirikan Brailleiant Indonesia.

Pada implementasinya, Vero menaruh nasi bungkus di sebuah etalase, lalu siapa pun berhak mengambil dengan jatah satu bungkus per orang. Etalase pertama terletak di YAP Square yang berada di jantung kota. Hingga kemudian, saat Vero selesai studi S-2, ia mendapat hadiah sebuah etalase lagi dari kawannya.

Taichan Bagor Yaketunis Square
Lokasi Tempat Nasi Gratis Taichan Bagor Yaketunis Square Jogja. (Photo dok Vero)

Setahun berjalan, pandemi Covid-19 pun datang. Vero yang pada akhir 2019 tengah mengajar di Yunnan University of Nationalities Tiongkok, akhirnya pulang ke Tanah Air. Dia pun mengembangkan tempat nasi gratis itu dengan bantuan para donatur. Kini, ada 13 etalase yang tersebar di 13 titik di seputaran Yogyakarta.

Vero lulus dari S1 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Negeri Yogyakarta. Setelah itu, dirinya melanjutkan S2 Kajian Bahasa Inggris di Universitas Sanata Dharma.

Kunjungan panti
Salah satu kegiatan Veronica Christamia Juniarmi (bermasker, dua dari kiri) dan tim, melakukan kunjungan dan berbagi ke Panti Asuhan. (Photo dok Vero)

Usai lulus dari pendidikan S2, Vero mendapat pekerjaan untuk mengajar bahasa Indonesia di China. Sembari berkarir di Negeri Tirai Bambu, Vero meminta bantuan temannya agar gerakan Tempat Nasi Gratis Jogja tetap berjalan.

Selengkapnya mengenai Gerakan Tempat Nasi Gratis Jogja, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Veronica Christamia Juniarmi, Penggagas Gerakan Tempat Nasi Gratis Jogja. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaMembaca Putusan MK yang Menilai UU Cipta Kerja Inkonstitusional secara Bersyarat
Artikel selanjutnyaBI Kenalkan QRIS ke Pedagang Pasar Kaliwungu

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini