Cerita Haru Anggota Paskibra Bertugas Pakai Hazmat

Paskibra menggunakan baju hazmat
Pengibar bendera Merah Putih menggunakan baju hazmat saat bertugas di upacara HUT ke-76 RI di RSDC Donohudan.

Semarang, Idola 92,6 FM – Peringatan HUT RI setiap tahunnya, selalu tidak lepas dari cerita-cerita dari para petugas paskibra atau pengibar bendera. Salah satunya adalah petugas paskibra, yang menggunakan pakaian hazmat di RSDC Donohudan.

Enrica Audia Prastiwi merupakan salah satu pengibar bendera, yang mendapatkan keistimewaan bisa bertugas di HUT ke-76 di RS Darurat COVID-19 di Asrama Haji Donohudan. Bagaimana tidak, dirinya mengibarkan bendera Merah Putih dengan memakai hazmat atau pakaian yang digunakan para tenaga kesehatan untuk merawat pasien COVID-19. Pengalaman tersebut dibagikan kepada sejumlah media yang mewawancarainya, baru-baru ini.

Enrica menjelaskan, memakai hazmat maka membuatnya tahu bagaimana berat dan susahnya para tenaga kesehatan yang setiap hari selalu memakainya. Oleh karena itu, beban yang ditanggung tenaga kesehatan cukup berat selain risiko paparan COVID-19.

“Menggunakan hazmat ini lebih panas, berat. Jadi tahu gimana beratnya perjuangan para tenaga medis. Mereka berjuang susah payah untuk melawan COVID-19 ini. Dengan menggunakan segala APD ini yang begitu terasa panas,” kata Enrica, pelajar SMA dari Purworejo tersebut.

Enrica Audia Prastiwi, salah satu pengibar bendera:

Cerita senada juga dikatakan Ahmad Iskandar, pelajar asal Karanganyar yang juga mendapatkan pengalaman istimewa menjadi anggota paskibra untuk bertugas di RSDC Donohudan. Dirinya tidak pernah membayangkan, bertugas menjadi pengibar bendera tetapi menggunakan hazmat.

Ahmad menjelaskan, tantangan tersulitnya adalah sarung tangan yang dikenakan. Apabila tidak benar dalam pemasangan, maka bendera tidak bisa berkibar karena tali terlepas.

“Saya merasa sangat senang, Alhamdulillah. Saya belum pernah bisa membayangkan bisa sampai di tahap ini. Saya sangat bangga bisa membawa nama baik keluarga saya, kabupaten saya dan sekolah saya. Pakai hazmat panas dan sumpek juga. Di dalam itu berkeringat, dan saat dilepas banyak banget,” ujar Ahmad.

Diketahui, peringatan HUT ke-76 RI di RSDC Donohudan terlihat berbeda. Sebab, seluruh petugas upacara memakai hazmat dan tidak terkecuali Gubernur Ganjar Pranowo yang bertindak sebagai inspektur upacara. (Bud)

Artikel sebelumnyaSPBG Pertamina Kaligawe Berkapasitas 30 Ribu lsp per Hari
Artikel selanjutnyaDinkes Jateng Minta Penyelenggara PCR Berbayar Taati Aturan Tarif Resmi

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini