Di Tengah Pandemi, Bagaimana Keluar Dari Resesi?

Krisis Ekonomi
image/mister.id

Semarang, Idola 92.6 FM – Meski terus membaik, perekonomian Indonesia pada triwulan 1 tahun 2021 masih mengalami kontraksi. BPS mencatat, Indonesia masih mengalami resesi akibat Pandemi pada tahun kedua awal tahun ini. Pertumbuhan ekonomi minus 0,74 Persen pada Kuartal I tahun 2021. Angka itu berbanding terbalik dibandingkan kuartal I 2020 sebesar 2,97 persen.

Kontraksi ekonomi Indonesia berbanding terbalik pertumbuhan ekonomi sejumlah negara mitra dagang yang tercatat positif pada kuartal I 2021. Rinciannya, China tumbuh 18,3 persen, Amerika Serikat tumbuh 0,4 persen, Singapura tumbuh 0,2 persen, Korea Selatan tumbuh 1,8 persen, Hong Kong tumbuh 7,8 persen. Sementara, Uni Eropa minus 1,7 persen. Kinerja ekonomi pada tiga bulan pertama juga mencerminkan kondisi resesi ekonomi yang belum berakhir.

Lantas, akankah resesi ekonomi masih akan berkepanjangan? Apa sesungguhnya biang kerok penyebab resesi? Mengingat, pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara mitra dagang justru tercatat positif pada kuartal 1 tahun 2021? Lalu, ke depan, bagaimana keluar dari resesi?

Untuk memperoleh gambaran atas persoalan ini, kami nanti akan berdiskusi dengan narasumber Ekonom dan Rektor Universitas Indonesia Prof Ari Kuncoro. (her/yes/ao)

Dengarkan podcast diskusinya:

Artikel sebelumnyaKasus Dugaan Korupsi Pakaian Batik Rembang Masih Mengambang
Artikel selanjutnyaMemaknai Hasil Putusan MK atas Judicial Review UU KPK dan Implikasinya

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini