Dinas Kesehatan Jateng Sepakat PPKM Diperpanjang

Pemeriksan kelengkapan surat kesehatan bebas COVID-19
Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap pengguna jalan soal kelengkapan surat kesehatan bebas COVID-19 saat libur akhir tahun kemarin.

Semarang, Idola 92,6 FM – Dinas Kesehatan Jawa Tengah mengakui, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dimulai pada 11-25 Januari 2021 belum menunjukkan hasil optimal. Sehingga, kebijakan PPKM memang perlu dilakukan perpanjangan waktu hingga masyarakat benar-benar mematuhi protokol kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan masyarakat harus mampu memberikan dukungan kepada pemerintah, dalam upaya menekan penyebaran dan penularan COVID-19. Sebab, perubahan perilaku dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk memerangi pandemi ini.

Yulianto menjelaskan, dengan masyarakat yang patuh dan disiplin terhadap protokol kesehatan akan memberikan dampak baik terhadap pencegahan virus Korona agar tidak terus menyebar. Apabila kasus positif bisa ditekan karena adanya perubahan perilaku disiplin dari masyarakat, maka kebijakan PPKM bisa dilonggarkan.

“Perlu, karena namanya perubahan perilaku ini dua minggu belum cukup. Jadi butuh waktu. Pak gubernur juga sudah mengusulkan bahwa PPKM tidak hanya dua minggu, tapi perlu diperpanjang. Kalau itu diperpanjang, prinsipnya Jawa Tengah sepakat ya karena memang perubahan perilaku dua minggu itu kelihatannya belum mempunyai efek yang cukup,” kata Yulianto, Jumat (22/1).

Sementara itu Gubernur Ganjar Pranowo menyatakan, kebijakan PPKM kembali diperpanjang hingga 8 Februari 2021 karena tahap pertama belum memberikan dampak yang baik. Untuk wilayah Jateng, seluruh kabupaten/kota sudah menerapkan PPKM dan yang terakhir adalah Kabupaten Kendal.

Menurut Ganjar, solidaritas dari bupati/wali kota dalam mendorong kepatuhan masyarakatnya terhadap protokol kesehatan cukup bagus. Saat ini, dukungan dari masyarakat untuk mau mematuhi protokol kesehatan sangat dibutuhkan.

“PPKM ini hasilnya kan belum menggembirakan ya. Kalau itu muncul kesadaran masyarakat yang ada di bawah, tentu akan sangat baiklah ya untuk kita bisa menekan ini (COVID-19/. Sambil terus kita melakukan percepatan terhadap vaksinnya. Mudah-mudahan sih bisa baik,” ujar Ganjar.

Ganjar lebih lanjut meminta masyarakat Jateng, agar bisa mengurangi aktivitas keluar rumah jika tidak perlu dan menghindari kerumunan. Bahkan, jika memang akan mengadakan hajatan sebisa mungkin dilakukan secara terbatas dan benar-benar mematuhi protokol kesehatan. (Bud)

Artikel sebelumnyaBPJS Kesehatan Semarang Optimalkan Layanan Online Selama PPKM
Artikel selanjutnyaOJK Bakal Evaluasi Program Penempatan Uang Negara di Himbara

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini