Dinkes Jateng Ajukan Tambahan Vaksin Untuk Kebutuhan Sepekan

Pelayanan vaksinasi
Pemkot Solo berinovasi dalam pelayanan vaksinasi kepada warganya.

Semarang, Idola 92,6 FM – Dinas Kesehatan Jawa Tengah mengajukan usulan tambahan vaksin kepada Kementerian Kesehatan, agar stok vaksin bisa untuk kebutuhan sepekan. Saat ini, stok vaksin yang dikirimkan hanya cukup untuk kebutuhan tiga hari saja.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan pihaknya sedang mengupayakan ada penambahan vaksin yang dikirimkan Kementerian Kesehatan, dan mampu mencukupi untuk kebutuhan vaksinasi selama sepekan. Pernyataan itu dikatakannya saat ditemui di kantor gubernuran, kemarin.

Yulianto menjelaskan, dalam waktu dekat vaksin yang diminta akan dikirimkan Kementerian Kesehatan dan harapannya sesuai kebutuhan di lapangan. Sehingga, progres percepatan vaksinasi sejuta vaksin per hari bisa lebih cepat tercapai.

“Jadi target kita sehari itu kan 80 ribu suntikan ya. Kita sehari sudah di atas 80 ribu suntikan. Tinggal ketersediaan vaksin saja kita. Makanya kita mengajukan tambahan vaksin untuk Jawa Tengah karena vaksin yang dikirim itu terlalu sedikit, sehingga begitu dikirim tiga hari habis begitu. Harapannya untuk kebutuhan seminggulah,” kata Yulianto.

Terpisah, Gubernur Ganjar Pranowo menyatakan bahwa selama pelaksanaan PPKM darurat ini diimbangi dengan penambahan sentra-sentra vaksinasi di Jateng. Tujuannya, untuk mengurangi kerumunan orang pada saat akan divaksin.

Menurut Ganjar, untuk percepatan vaksinasi memang harus didukung dengan makin banyaknya sentra vaksinasi.

“Vaksinasi memang harus kita percepat. Cuma masih kita atur, agar tetap bisa menjaga prokes. Biasanya kerumunan-kerumunan yang harus dimanaj dengan baik. Kita lagi ngebut, agar herd immunitynya terjadi. Lha yang penting sekarang outletnya diperbanyak, gerainya diperbanyak sehingga kerumunan-kerumunan akan makin sedikit,” ujar Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar meminta perusahaan-perusahaan atau lembaga nonpemerintah ikut menggelar gerai vaksinasi lewat program vaksin gotong royong. Tujuannya, agar para pekerja atau pegawai di satu perusahaan bisa lebih cepat mendapatkan dosis pertama suntikan vaksin. (Bud)

Artikel sebelumnyaMUI Jateng Minta Penyembelihan Hewan Kurban Diserahkan ke RPH
Artikel selanjutnyaApa Untung-Rugi Di Balik Turun Kelas Indonesia Menjadi Negara Berpenghasilan Menengah ke Bawah?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini