Dinkes Kudus Masif Tracing dan Testing Warga

Gubernur Ganjar Pranowo
Gubernur Ganjar Pranowo saat memberikan arahan kepada Satgas COVID-19 Kabupaten Kudus, kemarin.

Semarang, Idola 92,6 FM – Dinas Kesehatan Kudus dengan dibantu TNI/Polri terus masif melakukan tracing dan testing, kepada masyarakat yang kontak erat dengan pasien COVID-19. Tujuan, untuk memutus mata rantai penularan virus Korona di wilayah Kudus.

Pelaksana harian Kepala Dinas Kesehatan Kudus Mas’ud mengatakan pihaknya terus masif menggelar tracing dan testing kepada warga, hingga per hari bisa mencapai dua ribuan orang. Pernyataan itu dikatakannya di sela menemani Gubernur Ganjar Pranowo meninjau sejumlah tempat isolasi terpusat di Kudus, Minggu (13/6).

Mas’ud menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan TNI/Polri juga mengoptimalkan fungsi Jogo Tonggo melalui Posko PPKM Mikro yang ada di setiap desa. Tujuannya, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Kudus terhadap protokol kesehatan.

Menurutnya, pihaknya juga terus memantau dan mengarahkan masyarakat yang masih menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing untuk pindah ke isolasi terpusat di wilayah Kudus.

“Yang dirawat di rumah sakit ada 486 warga, itu dirawat di rumah sakit-rumah sakit yang ada di Kabupaten Kudus. Untuk yang isolasi mandiri itu sejumlah 1.117 orang , dan yang isolasi terpusat juga ada 567 orang,” kata Mas’ud.

Sementara itu Gubernur Ganjar Pranowo meminta masyarakat, agar ikut membantu dalam upaya memutus penularan COVID-19. Salah satunya dengan mengurangi mobilisasi, karena varian baru COVID-19 sudah ditemukan.

Ganjar menjelaskan, varian baru COVID-19 juga sudah ditemukan dan masuk wilayah Kudus. Sehingga, varian itu yang menjadi penyebab penyebaran dan peningkatan kasus COVID-19 di Kudus terjadi cukup cepat dalam tiga pekan terakhir.

Menurut Ganjar, perlu ada upaya lebih tegas untuk memutus penyebaran COVID-19 di wilayah Kudus. Salah satunya, mengusulkan gerakan lima hari di rumah saja, dan hanya ke luar rumah jika penting.

“Saya mengusulkan kalau perlu lima hari semua di rumah saja. Orang tua dan lansia jangan keluar rumah. Anak-anak jangan keluar rumah. Yang keluar rumah itu betul-betul kalau penting. Maka yang lain work from home, dibanyakin aja. Ini betul-betul kita harus bareng-bareng memotong COVID-19 agar bisa kita setop,” ucap Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar juga telah berkomunikasi dengan Pemkab Jepara, Demak dan Pati serta Grobogan untuk memaksimalkan pengawasan dan pencegahan peningkatan kasus COVID-19 di wilayah masing-masing. (Bud)

Artikel sebelumnyaWarga Kudus Keluhkan Layanan di Asrama Haji Donohudan
Artikel selanjutnyaLayani 37 Juta Pelanggan Subsidi, PLN Koordinasi Dengan Ditjen Dukcapil

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini