Ketersediaan Kamar Isolasi di Jateng Masih Cukup

Asrama Haji Donohudan digunakan sebagai isolasi pasien COVID-19 tanpa gejala
Gubernur Ganjar Pranowo didampingi Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo meninjau Asrama Haji Donohudan di Boyolali yang digunakan sebagai isolasi pasien COVID-19 tanpa gejala.

Semarang, Idola 92,6 FM – Dinas Kesehatan Jawa Tengah memastikan, penanganan pandemi COVID-19 sampai saat ini masih terkendali. Termasuk, ketersediaan untuk kamar isolasi maupun di ICU.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo mengatakan untuk tempat isolasi yang disediakan pemprov di Asrama Haji Donohudan, dari kapasitas 846 tempat tidur diisi 88 pasien. Dari sejak awal digunakan sebagai tempat isolasi, Asrama Haji Donohudan sudah merawat 300an pasien.

Menurutnya, dengan kondisi itu masyarakat tidak perlu cemas karena ketersediaan kamar isolasi di Jateng masih mencukupi.

Yulianto menjelaskan, untuk ketersediaan kamar ICU di rumah sakit di Jateng juga telah mengalami penambahan 23 persen dari sebelumnya.

“Lalu yang isolasi keterisian 70,84 persen, ini juga sudah bagus. Sebelumnya sampai 90 persen, bahkan ada yang 100 persen. Ini keterisiannya sudah menurun. Kenapa seperti ini, karena jumlah tempat tidur kita tambah secara signifikan. Walaupun di sisi lain itu kasusnya masih belum menurun secara signifikan,” kata Yulianto, belum lama ini.

Sementara itu Gubernur Ganjar Pranowo menyatakan, tempat isolasi terpusat yang ada di Jateng memang masih mencukupi bagi perawatan pasien tanpa gejala.

Menurut Ganjar, setiap kabupaten/kota di Jateng juga telah berupaya maksimal untuk menambah kapasitas di tempat tidur ICU maupun kamar isolasi di setiap rumah sakit.

“Kita sudah minta, agar setiap kabupaten/kota setidaknya menyiapkan tempat isolasi minimal di ICU. Sambil kita memperbaiki diri. Harapan saya, di seluruh rumah sakit juga meningkatkan kapasitas,” ujar Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, pihaknya terus mendorong kepada semua bupati/wali kota di Jateng agar semakin intensif dalam mengendalikan pandemi di wilayahnya masing-masing. (Bud)

Artikel sebelumnyaMemperbaiki Indeks Persepsi Korupsi, Masihkah Ada Harapan?
Artikel selanjutnyaPLN Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik