Memetik Pelajaran dari Insiden KRI Nanggala-402 dan Ironi Modernisasi Alutsista Kita

KRI Nanggala 402
KRI Nanggala-402.

Semarang, Idola 92.6 FM – Indonesia kembali berduka. Sebanyak 53 patriot gugur dalam insiden karamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan Bali. Beberapa hari, KRI Nanggala dilaporkan hilang kontak saat melakukan latihan penembakan torpedo surface and underwater target atau SUT.

Setelah berbagai upaya pencarian dilakukan—bahkan melibatkan bantuan beberapa negara asing Minggu (25/04) lalu, tubuh kapal akhirnya ditemukan di kedalaman 838 meter di bawah permukaan laut. Saat ini upaya evakuasi terus dilakukan.

Insiden ini, memicu desakan peremajaan alutsista kita. Namun, hal itu dihadapkan pada problem terdapat keterbatasan anggaran militer dan masalah strategi prioritas belanja. KRI Nanggala-402 kita ketahui merupakan kapal produksi Jerman pada 1979 atau sudah berumur 42 tahun.

Lantas, belajar dari insiden KRI Nanggala-406, apa pelajaran berharga yang bisa kita petik? Sudah sedemikian mendesakkah, upaya modernisasi alutsista kita?

Untuk memperoleh gambaran atas persoalan ini, radio Idola Semarang berdiskusi dengan narasumber Dr. Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, Pengamat militer dan intelijen dan juga dosen Universitas Pertahanan (Unhan) Jakarta. (her/ yes/ ao)

Dengarkan podcast diskusinya:

Artikel sebelumnyaDinkop Jateng Kerja Sama Dengan OJK Pasarkan Produk UMKM
Artikel selanjutnyaBelajar dari India, Upaya Apa yang Mesti Ditingkatkan dalam Antisipasi dan Penanggulangan Covid-19?

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini