Mengenal Sanari, Pembudidaya Alpukat Varietas Pameling dari Malang

Sanari
Sanari Pembudidaya Alpukat varietas Pameling dengan hasil panennya. (photo dok Sanari)

Semarang, Idola 92.6 FM – Di Desa Wonorejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang terdapat tanaman alpukat varietas unggul, yang oleh warga disebut varietas Pameling. Alpukat varietas Pameling tersebut merupakan hasil kerja keras budi daya yang dilakukan oleh Sanari, lelaki kelahiran Malang, Januari 1971.

Alpukat Jumbo hasil budidaya lulusan SDN 2 Wonorejo itu, disebut banyak orang merupakan alpukat terenak. Dengan perawatan baik, satu pohon bisa menghasilkan 2-5 kuintal alpukat per tahun karena ada yang berbobot sampai 2,7 kilogram per buah.

Sejak 2014, Sanari dan warga Wonorejo mulai mengembangkan bibit alpukat Pameling dengan menjualnya kepada petani lain. Sejauh ini bibit alpukat Pameling sudah terdistribusi ke sejumlah daerah antara lain Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan, dan Kalimantan. Adapun proses sertifikasi dengan nama alpukat Pameling sukses dilaksanakan pada 2018-2019.

Sanari dianggap menjadi penemu alpukat Pameling setelah 22 tahun mengembangkan pohon induk Pameling di pekarangan rumahnya yaitu di Dusun Kerajan Barat Desa Wonorejo Kabupaten Malang. Sanari pun mempunyai 50 pohon alpukat. Sejumlah pejabat sudah mendatangi tempat budidaya di desa Wonorejo seperti Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Sanari
Sanari Pembudidaya Alpukat varietas Pameling dari Desa Wonorejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang sedang menerima kunjungan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo belum lama ini. (photo dok Sanari)

Selengkapnya, mengenal budidaya alpukat varietas Pameling, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Sanari, pembudidaya alpukat varietas Pameling dari Desa Wonorejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. (yes/her)

Dengarkan podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaMenimbang Implikasi Percepatan Pemindahan Ibu Kota Negara
Artikel selanjutnyaBupati Kudus Siap Lakukan Reformasi Birokrasi

1 KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini