Pertamina Pastikan Pasokan BBM Normal

Pemadaman dan pendinginan terhadap tangki
Upaya pemadaman dan pendinginan terhadap tangki yang terbakar di Kilang Cilacap pada Minggu (14/11) kemarin.

Semarang, Idola 92,6 FM – Pertamina memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tidak mengalami gangguan, meskipun salah satu tangki di Kilang Cilacap terbakar pada Sabtu (13/11) malam. Pertamina juga memastikan, situasi di Kilang Cilacap sudah terkendali secara menyeluruh pada Minggu (14/11) pagi.

CEO Subholding Refinery and Petrochemical Djoko Priyono mengatakan seluruh operasional Kilang Cilacap sudah berjalan normal seperti biasa, dan tidak ada gangguan yang berarti. Pernyataan itu dikatakannya melalui sesi pers conference secara virtual, Minggu (14/11) siang.

Djoko menjelaskan, pihaknya telah melakukan penyekatan di tangki yang terbakar maupun areal sekitar lainnya. Sehingga, semua operasional di Kilang Cilacap tetap berjalan seperti biasa.

Menurutnya, Pertamina juga melakukan pendinginan di seputar tangki yang terbakar dan melokalisir adanya pencemaran lingkungan.

“Terkait dengan pengendalian pencemaran lingkungan, kita juga melakukan beberapa strategi. Yang pertama melakukan standby peralatan penanggulangan minyak, kemudian pemasangan absorbent pada parit-parit dan juga patroli vacuum truck di dalam kilang. Kami juga monitoring kru oilman di level air pada tangki yang terbakar,” kata Djoko.

Djoko Priyono, CEO Subholding Refinery and Petrochemical:

Sementara itu Dirut Pertamina Nicke Widyawati menambahkan, pasokan BBM dan juga elpiji sejauh ini masih aman dan tidak mengalami gangguan akibat insiden tersebut. Saat ini, seluruh petugas yang ada di Kilang Cilacap dibantu personel TNI/Polri dan pemerintah daerah setempat terus berjaga di lokasi kejadian.

Menurutnya, masyarakat diimbau tidak perlu panik dengan kejadian di Kilang Cilacap.

“Kepada seluruh masyarakat kami menjamin, pasokan BBM dan elpiji tidak terganggu dengan adanya insiden ini. Jadi mohon tidak ada panic buying, karena stok sangat aman. Dengan demikian, kita tentunya akan melakukan evaluasi dan investigasi lebih lanjut tentang kejadian ini. Karena kejadian ini adalah sesuatu yang sangat penting,” ucap Nicke.

Lebih lanjut Nicke menjelaskan, stok BBM jenis Premium saat ini ketahanannya bisa mencapai 27 hari ke depan dan Pertamax selama 15 hari serta Pertalite 10 hari ke depan. Sedangkan untuk BBM jenis Solar ketahanannya sampai 20 hari ke depan, dan elpiji selama 12,7 hari. (Bud)

Artikel sebelumnyaDukung Geliat Ekonomi Pariwisata di Balkondes Ngadiharjo, PLN Sumbang Sepeda Listrik
Artikel selanjutnya31 Persen Uang Kembali ke BI Dalam Kondisi Rusak

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini