Warga Karimunjawa Berharap Wisata Kembali Dibuka

Perangkat pemerintah di Karimunjawa
Gubernur Ganjar Pranowo saat berdialog dengan perangkat pemerintah di Karimunjawa.

Semarang, Idola 92,6 FM – Warga Karimunjawa mengharapkan sektor pariwisata kembali dibuka, agar ekonomi kembali bergairah. Terutama, pengendalian pandemi COVID-19 setelah adanya percepatan kegiatan vaksinasi.

Petinggi Parang Muh Zaenal Arifin mengatakan di desanya ada tiga titik destinasi wisata, yang saat ini digarap untuk menarik calon wisatawan setelah destinasi wisata dibuka. Pernyataan itu dikatakannya saat menyambut kedatangan Gubernur Ganjar Pranowo ke Pulau Parang Karimunjawa, kemarin.

Zaenal menjelaskan, warganya sebanyak 397 kepala keluarga (KK) dan sejak awal terjadinya pandemi tidak ada kasus COVID-19. Namun untuk tetap mematuhi anjuran pemerintah, warganya tetap diminta melaksanakan program vaksinasi.

“Mulai awal pandemi ijo sampai sekarang, dan nol persen COVID-19-nya. Jadi, untuk vaksinasi Alhamdulillah masyarakat kami sudah ada 42 persen yang vaksin pertama dan yang kedua. Harapan kami semua, untuk percepatan vaksinasi sudah terpenuhi paling tidak minimal 70 persen. Harapannya, untuk wisata yang ada di Karimunjawa bisa dibuka,” kata Zaenal.

Sementara itu salah satu warga Desa Parang, Miftahul Huda menyatakan masyarakat setempat memang sejak awal pandemi tidak memakai masker. Sebab, tidak ada kasus COVID-19 yang terjadi.

Menurut Miftahul, masyarakat tetap patuh pada aturan pemerintah yang meminta mengikuti kegiatan vaksinasi.

“Ikut vaksin ya ikut aturan negara. Biar sehat dan tidak kena Korona. Alhamdulillah, dua tahun tidak ada yang kena Korona,” ucap Miftahul.

Miftahul juga berharap, pemerintah tetap memerhatikan warga selama masa pandemi dan meringankan beban masyarakat. Yakni, dengan pemberian bantuan sembako kepada warga. (Bud)

Artikel sebelumnyaBidan Karimunjawa Minta Ambulan Laut
Artikel selanjutnyaAlumni Akabri 96 Beri Pelatihan UMKM Jualan Secara Digital

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini