Bulog Jateng Per Hari Serap 350 Ton Beras Petani

Pekerja Bulog
Pekerja saat mengangkut beras dari gudang dipindah ke truk.

Semarang, Idola 92,6 FM – Perum Bulog Jawa Tengah terus melakukan penambahan stok pangan khususnya beras, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang dan selama Ramadan hingga Lebaran mendatang. Saat ini, sejumlah daerah di Jateng juga masuk musim panen dengan potensi penyerapan beras cukup besar.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jateng Akhmad Kholisun mengatakan untuk di wilayah kerjanya hampir merata daerah-daerah sentra beras yang memasuki masa panen, yakni sekira 50 persen dari potensi panen di masa tanam pertama tahun ini. Mulai dari Kabupaten Brebes, Pemalang, Pati bagian selatan, Blora dan Sragen serta Wonogiri. Pernyataan itu dikatakan saat ditemui di kantornya, Rabu (30/3) sore.

Akhmad menjelaskan, stok komoditas beras yang dikuasai Bulog Jawa Tengah saat ini tercatat 30 ribu ton. Stok beras di Jateng akan terus bertambah, karena sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyerapan beras di tingkat petani.

Menurutnya, penyerapan beras harian rerata antara 350 ton sampai 500 ton. Sebab, pada Maret-April 2022 ini masih terjadi panen dengan potensi cukup tinggi.

“Perum Bulog telah menyiapkan stok yang telah menjadi kebutuhan masyarakat. Ada beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu dan juga daging kerbau. Untuk beras, saat ini memang hanya 30 ribu ton tetapi permintaan di masyarakat agak sedikit berkurang sehingga ini bisa bertahan sampai setelah Lebaran. Dan stok ini terus bertambah, karena Bulog terus melakukan penyerapan 350 ton sampai 500 ton per hari rata-ratanya,” kata Akhmad.

Lebih lanjut Akhmad menjelaskan, untuk harga eceran tertinggi beras medium di Jateng sebesar Rp9.450 per kilogramnya dan beras premium dibanderol dengan harga Rp12.800 per kilogram. Sampai dengan saat ini, harga jual beras di tingkat pedagang hingga konsumen masih berada pada ketentuan pemerintah.

“Harga beras medium rata-rata itu Rp8.800 per kilogram di tingkat penggilingan, dan untuk sampai di tangan konsumen antara Rp9.300-Rp9.400 per kilogramnya,” pungkasnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaMenparekraf Minta Hotel Dafam Bisa Jadi Pionir Pembangunan Ekosistem Kreatif
Artikel selanjutnyaBPS Sebut Jateng Bukan Provinsi Termiskin di Pulau Jawa