Mengenal Alat Pendeteksi Gempa dari Cairan Limbah Pampers

Tri Wardoyo
Tri Wardoyo, warga dusun Cecelan Desa Soroyudan Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang berinovasi membuat alat pendeteksi gempa sederhana dari cairan limbah pampers. (Photo dok Tri)

Magelang, Idola 92.6 FM – Tri Wardoyo warga dusun Cecelan Desa Soroyudan Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang Jawa Tengah baru-baru ini berinovasi membuat alat pendeteksi gempa sederhana dari cairan limbah pampers. Pak Tri, panggilan akrab Tri Wardoyo menemukan dan membuat seismograf dari barang bekas.

“Sampah pampers saya otak-atik, dialiri llistrik, akhirnya jadi itu,”tutur Pak Tri kepada radio Idola, pagi (08/08/) tadi.

Pak Tri menuturkan alat ini berbentuk mirip dengan tripod dan setinggi satu meter, mempunyai empat kaki yang salah satunya lebih pendek. “Alat ini sebenarnya bisa ditaruh dekat gunung merapi, atau dekat pantai, kalau ada tanah bergerak, alat akan mengeluarkan suara,”tambahnya.

Alat pendeteksi gempa sederhana
Alat pendeteksi gempa sederhana dari cairan limbah pampers yang dimodifikasi dengan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar karya Tri Wardoyo. (Photo dok Tri)

Pak Tri yang juga didapuk menjadi kader bank sampah oleh pihak kelurahan mengatakan alat tersebut harus terhubung dengan listrik supaya aktif.

Lalu sudah ada berapa alat yang dibuat Pak Tri? Ke depan bagaimana nasib alat tersebut?

Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Tri Wardoyo, warga dusun Cecelan Desa Soroyudan Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang Jawa Tengah tentang alat pendeteksi gempa sederhana dari cairan limbah pampers. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaPascapandemi, UMKM Butuh Suntikan Modal Untuk Hidupkan Usahanya
Artikel selanjutnyaWacana Perwira Aktif TNI dapat Menduduki Jabatan Sipil, Apa potensi yang paling dikhawatirkan?