Mengenal Hari Suroto, Peneliti Arkeologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Hari Suroto
Hari Suroto, Peneliti Arkeologi Badan Riset dan Inovasi Nasional. (Photo dok Hari)

Papua, Idola 92.6 FM – Kecintaannya pada bidang arkeologi mengantarkannya menjadi seorang peneliti. Tak sampai di situ, pencinta kopi ini pun menjadi seorang dosen di kampus terkemuka di Papua.

Sosok itu adalah Hari Suroto, seorang arkeolog, yang sejak Januari 2022 ini menjadi peneliti Arkeologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Hari mulai bertugas di Balai Arkeologi Papua sejak tahun 2009. Sebelumnya ia mengajar di Jurusan Ilmu Sejarah Universitas Hasanuddin pada mata kuliah Sejarah Pergerakan Nasional, Sejarah Timur Tengah dan Sejarah Asia Timur. Selesai kuliah di Jurusan Arkeologi Universitas Udayana, Bali tahun 2004.

Hari Suroto mengajar Seni Budaya
Hari Suroto mengajar Seni Budaya di kelas VII SMPN 1 Sentani, Kabupaten Jayapura. (Photo dok Hari)

Sejak 2010 fokus penelitian arkeologi prasejarah di kawasan Danau Sentani. Selain melakukan penelitian juga mengajar sebagai dosen luar biasa di Jurusan Antropologi Universitas Cenderawasih pada mata kuliah Pengantar Arkeologi.

Hari Suroto ekskavasi di situs arkeologi
Hari Suroto sedang melakukan ekskavasi di situs arkeologi. (Photo dok Hari)

Hobi menulis, tidak hanya tentang arkeologi saja yang ditulis tetapi juga tentang budaya dan alam Papua. Selama penelitian di kawasan Danau Sentani, Hari selalu melibatkan para mahasiswa, guru dan jurnalis. Sehingga, kegiatan penelitian dan hasil penelitian arkeologi di Danau Sentani terpublikasi melalui berbagai jenis media, baik itu Youtube, media online, media elektronik, media cetak maupun buku ilmiah populer.

Selain itu, Hari juga menjadi pendamping mahasiswa dari luar negeri yang melakukan penelitian di Danau Sentani, serta menjadi narasumber dan guide para jurnalis media nasional dari Jakarta yang liputan di Danau Sentani.

Hari Suroto bersama mahasiswa Papua
Hari Suroto bersama mahasiswa Papua yang tergabung dalam sekolah menulis di Situs Megalitik Khulutiyauw Sentani. (Photo dok Hari)

Guna membantu memasarkan kopi arabika Papua dari pedalaman serta membantu biaya SPP mahasiswa, Hari menginisiasi usaha kopi Hari Bersama. Kopi ini dipasarkan melalui daring. Selain itu, melalui akun instagram @kopiharibersama, para illustrator milenial diberi ruang untuk menampilkan karya digital mereka berupa gambar ilustrasi.

“Saya berharap, kopi arabika Papua dikenal oleh generasi milenial dan ke seluruh dunia. Selain itu melalui @kopiharibersama, menjadi kampanye tentang penyelamatan kopi arabika Papua dari dampak perubahan iklim,” kata Hari kepada radio Idola Semarang, Selasa 11 Januari 2022.(har/her/yes)

Artikel sebelumnyaKonsumsi BBM Libur Tahun Baru Naik 16 Persen
Artikel selanjutnyaAmbang Batas Pencalonan Presiden, Kenapa Mesti Dipertahankan?
Jurnalis senior dan gate keeper Radio Idola Semarang