Mengenal SDN 02 Langensari, Peraih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional 2021

Keluarga besar SDN 02 Langensari
Keluarga besar SDN 02 Langensari. Bersama anak didik, mereka membangun lingkungan sekolah yang hijau. (Photo dok Dwi)

Ungaran, Idola 92.6 FM – Berkat praktik baik penerapan nilai-nilai berwawasan lingkungan pada peserta didik sejak dini, SD Negeri 02 Langensari Ungaran Barat meraih penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional 2021.

Di lingkungan SD Negeri 02 Langensari, selain dipenuhi pohon rindang, di setiap sudut sekolah juga dipenuhi tanaman. Semua tentang tanaman dan penghijauan. “Kami melakukan ini sejak 4 tahun sebelum pandemi Covid-19,”tutur Robertus Dwi Supriyana, guru SD Negeri 02 Langensari kepada radio Idola pagi (23/03) tadi.

Anak-anak SDN 02 Langensari
Anak-anak SDN 02 Langensari belajar menanam sayuran. Selain untuk penghijuan, hasil tanaman bisa dimanfaatkan. (Photo dok Dwi)

Guru yang dipercaya untuk menangani penghijauan di sekolahnya tersebut menambahkan, pihaknya ingin anak-anak peduli terhadap lingkungan sejak usia dini. Sehingga nantinya bisa menjadi duta lingkungan di masing-masing lingkungannya.

Di sekolah yang masuk wilayah kecamatan Ungaran Barat ini, ada green house, tempat pembibitan tanaman toga, sayuran, buah, dan tanaman hias. Ada juga karantina tanaman percobaan, tanaman pembelajaran, tanaman langka, tanaman sakit, dan tanaman koleksi. Tanaman yang ada di taman tersebut juga bisa dimanfaatkan.

Anak-anak SDN 02 Langensari nanem sayuran
Salah satu sudut taman SDN 02 Langensari. Di sinilah anak-anak belajar peduli terhadap lingkungan, menaman dan merawat tanaman agar keberadaannya makin bermanfaat. (Photo dok Dwi)

Penasaran seperti apa gerakan penghijauan yang dilakukan oleh sekolah ini hingga meraih penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional 2021? Berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Robertus Dwi Supriyana, Guru SD Negeri langensari 02 Ungaran Barat Kabupaten Semarang Jawa Tengah. (yes/her)

Dengarkan podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaParadoks Politisi di Tengah Rakyat Tengah Menghadapi Krisis Minyak Goreng
Artikel selanjutnyaJelang Ramadan, Pemprov dan BI Jateng Borong Produk Buatan UMKM