Mengenal Sri Asih, Penyuluh Kehutanan Dan Pemberdaya Warga dengan Tanaman Macadamia dari Kota Batu

Sri Asih
Sri Asih penyuluh kehutanan dari Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur. (Photo dok Asih)

Batu, Idola 92.6 FM – Tanaman macadamia memang belum familiar di lingkungan kita. Tapi tak membuat surut langkah Sri Asih penyuluh kehutanan dari Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Ia pun tak lelah terus mengajak warga untuk membudidayakan tanaman asal Australia tersebut.

Meski terbilang belum cukup lama memperkenalkan macadamia ke warga, tapi wilayah Kota Batu dan Kabupaten Malang mempunyai lahan yang cukup untuk budidaya tanaman ini. Alasannya selain bisa digunakan untuk menjaga lingkungan, macadamia bisa tumbuh di lahan pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Tidak hanya itu, harga buah macadamia juga menjanjikan. Menurut Asih, harga buah curah mentah di atas Rp 100.000/kg. Sementara jika suah diolah bisa mencapai lebih dari Rp 400.000/kg.

Biji Macadamia
Biji Macadamia. (Photo dok Asih)

Sri Asih dan kelompoknya terus berkampanye untuk menjaga hutan agar tetap lestari. Selama 24 jam, ia siap mendampingi warga. Tak heran, jika ia mendapat penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai penyuluh kehutanan yang aktif berkontribusi dalam kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan pada tahun 2019. Disusul kemudian dinobatkan sebagai penyuluh teladan pada tahun 2021.

Lalu apa saja yang selama ini dilakukan Sri Asih hingga meraih penghargaan tersebut?

Selengkapnya berikut ini, wawancara radio Idola Semarang bersama Sri Asih, penyuluh kehutanan dari Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaKarena Gas Bumi, Warga Tak Lagi Bergantung Pada Elpiji
Artikel selanjutnyaBagaimana Menangkal Penyebaran PMK pada Hewan Ternak yang Semakin Meluas?
Jurnalis senior dan gate keeper Radio Idola Semarang