Mengenal Untungno, Petani “Ubi” Inspiratif dan Teladan dari Wonosobo

Untungno
Untungno petani ubi dari Desa Purwojati Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah. Ia mendapat penghargaan sebagai Petani Inspiratif dan Teladan 2022 dari Kementerian Pertanian. (Photo dok Untung)

Wonosobo, Idola 92.6 FM – Untungno dikenal sebagai petani Inspiratif dari Desa Purwojati Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah. Pak Untung–panggilan Untungno, selama ini menanam ubi madu khas Wonosobo. Untung menanam ubi di lahan seluas sekitar 10 hektar. Tak hanya itu, ia juga menggandeng petani lainnya sebagai petani binaan, yang mempunyai lahan 6 hektar.

Dengan total lahan seluas 16 hektar, ia bisa untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Sisanya dijual di pasar lokal.”Kami sudah ekspor ke Singapura,”tutur Untung kepada radio Idola, pagi (19/10) tadi.

Untungno
Untung di lahan ubi Wonosobo. Untuk memenuhi kebutuhan ekspor, ia menggandeng petani lainnya (menjadi mitra binaan). Dengan total lahan seluas 16 hektar, kebutuhan ekspor terpenuhi. (Photo dok Untung)

Untung menambahkan ubi madu khas Wonosobo yang ia tanam, punya 9 grade (nilai). Grade inilah yang membedakan kualitas dan harga ubi.”Kalau rasa sama, kualitas dilihat dari rupa, harus halus mulus, tanpa cacat untuk yang diekspor,”jelas Untung. Masa tanam ubi hingga panen sekitar 3,5 sampai 4 bulan.

Untung tak ingin maju sendiri dalam hal pertanian. Untuk itu, ia mendirikan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Agri Damar Jati. Pada Agustus 2022, P4S Agri Damarjati dinobatkan sebagai P4S terbaik tingkat nasional oleh Kementerian Pertanian.

Ubi Inspiratif
Ubi madu khas Wonosobo. (Photo dok Untung)

Lalu mengapa Untung tertarik mengembangkan lahan pertanian ubi?

Berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Untungno, Petani “Ubi” Inspiratif dan Teladan 2022 Kementerian Pertanian dari Desa Purwojati Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah. (yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaBagaimana Menyiapkan SDM Unggul Menyongsong Generasi Emas 2045?
Artikel selanjutnyaMemahami Kasus Gangguan Ginjal Misterius pada Anak
Jurnalis senior dan gate keeper Radio Idola Semarang