Pelaku UMKM Mampu Bangkit Karena Beradaptasi di Era Pandemi

Pameran UMKM di Mal Paragon Semarang
Salah satu pelaku UMKM mengikuti pameran di Mal Paragon Semarang.

Semarang, Idola 92,6 FM – Pelaku UMKM di Jawa Tengah sepanjang pandemi terjadi selama dua tahun, bertransformasi dan beradaptasi untuk bisa bertahan serta tetap mampu memasarkan produknya ke pelanggan. Salah satunya, dengan melebarkan sektor pemasaran melalui kanal digital dan memanfaatkan media sosial untuk menjaring calon pembeli.

Pelaku UMKM pedagang tepung tapioka selaku pemilik Rumah Mocaf Riza Azyumaridha Azra mengatakan dirinya juga mencoba memodifikasi produk buatannya, agar memiliki kesamaan tekstur dengan tepung terigu.

Menurutnya, ide pembuatan tepung tapioka memiliki kesamaan dengan tepung terigu karena keprihatinannya terhadap petani di Tanah Air. Sebab, mayoritas masih berada di garis kemiskinan. Bahkan, Indonesia juga masih bergantung terhadap impor tepung tapioka.

Riza kemudian menginisiasi terbentuknya Rumah Mocaf, agar Indonesia bisa berdaulat pangan. Dirinya menyebut bisnisnya sebagai sociopreneur, karena mengandung nilai sosial.

“Sampai detik ini Indonesia adalah negara pengimpor terigu terbesar di dunia. Kita bisa lihat, terigu terbuat dari gandum dan dari Sabang sampai Merauke tidak ada tanaman gandum. Sehingga, kita 100 persen inpor gandum,” kata Riza.

Riza Azyumaridha Azra, Pelaku UMKM pedagang tepung tapioka:

Sementara itu Branch Manager JNE Semarang Wahyu Sangerti Alam menyatakan, selama masa pandemi pihaknya juga terus berkolaborasi dengan pelaku UMKM. Tidak hanya di Kota Semarang saja, tetapi di wilayah Jateng hingga seluruh Indonesia.

Menurut Wahyu, melalui gelaran Goll..Aborasi Bisnis Online yang dilakukan pihaknya itu mampu membuat pelaku UMKM terus berkembang dan bersaing di skala nasional maupun global lewat dunia digital.

“Kami JNE menginisiasi seluruh pelaku UMKM untuk berkolaborasi sebagai bentuk kepedulian JNE, karena kita tahu UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian negara,” ujar Wahyu.

Wahyu Sangerti Alam, Branch Manager JNE Semarang:

Lebih lanjut Wahyu berharap, JNE akan terus menggandeng pelaku UMKM untuk naik kelas melalui edukasi soal strategi penjualan di era digital. (Bud)

Artikel sebelumnyaPemprov Sebut Recovery Ekonomi UMKM Pasti Terjadi
Artikel selanjutnyaLewat Olahraga, Accor Group Ajak Masyarakat Peduli Sampah Plastik

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini