Pertashop Hadir Dukung Pemulihan Ekonomi Pariwisata

Operator pertashop
Operator pertashop sedang melayani mobil dinas milik Gembira Loka Zoo. Gembira Loka Zoo menjadi obyek wisata pertama di wilayah Jateng-DIY yang memiliki pertashop.

Deru mesin motor bergerak membelah dinginnya udara pagi kota Yogyakarta. Adalah Dedi Hidayat, yang keseharianya bekerja sebagai petugas keamanan di Gembira Loka Zoo itu memacu kendaraannya menyusuri jalan-jalan Kota Yogyakarta.

Pagi itu, Dedi harus bergegas menuju ke tempat kerja yang jarak dengan rumahnya tidak lebih dari satu kilometer. Dirinya teringat, bahwa kendaraan yang biasa dia pakai itu bensinnya hampir habis.

Sampai di tempat kerja, diparkirkan kendaraannya di pintu masuk bagian barat dari Gembira Loka Zoo. Ya, memang pintu masuk bagian barat biasa digunakan pegawai untuk memarkirkan kendaraan. Termasuk, beberapa kendaraan operasional di Gembira Loka Zoo.

Dedi kemudian berjalan ke arah mobil jenis minibus, dan tak pakai lama mobil dinas itu dibawa menuju SPBU terdekat untuk membeli BBM.

”Biasanya saya beli bensin di Timoho, mas. Jaraknya sekitar satu kilometeran, kalau beli Rp100 ribu untuk seminggu pemakaian. Soalnya mobil yang saya pakai ini masuk kategori jarang-jarang keluar, kecuali keadaan darurat. Jadi buat patrol di dalam pas ramai, dan kalau ada keadaan darurat baru digunakan,” ucap Dedi.

Dedi menjelaskan, tidak hanya dirinya saja yang harus membeli BBM untuk kendaraan operasional Gembira Loka Zoo dengan menempuh perjalanan antara satu sampai dua kilometer. Beberapa kendaraan dinas lainnya juga sama, dan sebagian lainnya harus membeli dengan model memakai jeriken dan diangkut menggunakan pikap.

Kepala Bagian Humas dan Promosi Gembira Loka Zoo Fahmi Famadhan mengatakan kebutuhan BBM di tempat kerjanya cukup besar, tidak hanya untuk kendaraan operasional saja tetapi juga bagi wahana yang dipakai para pengunjung. Untuk pembelian BBM bagi kebutuhan seluruh operasional Gembira Loka Zoo, pihaknya menggandeng pihak luar guna menyuplai kebutuhan di samping membeli sendiri di SPBU terdekat.

”Kebutuhan BBM itu lebih dari 400 liter seminggu saat pandemi, kalau di luar pandemi tentunya lebih banyak. Karena operasional saja pasti meningkat,” kata Fahmi.

Menurut Fahmi, karena kebutuhan BBM yang cukup besar untuk operasional Gembira Loka Zoo itu pihaknya harus mengatur strategi bisnis. Terutama untuk kebutuhan BBM bagi transportasi keliling (taring), yang membawa pengunjung berkeliling ke seluruh areal Gembira Loka Zoo. Sebab, selama masa pandemi kebutuhan BBM bisa mencapai Rp9 juta per pekannya. Sedangkan di luar masa pandemi, saat itu bisa mencapai Rp15 juta per pekannya.

”Kalau pas week end, kereta itu bisa jalan empat atau lima kereta. Tapi kalau pas Lebaran, bisa 10 kereta jalan semua. Itu baru kereta, belum wahana lainnya dan juga kendaraan operasional lainnya,” ujar Fahmi.

Fahmi menjelaskan, bahwa kebutuhan BBM yang besar di Gembira Loka Zoo membuat jajaran manajemen melakukan strategi bisnis baru untuk bisa menyokong aktivitas pariwisata. Tujuannya, agar Gembira Loka Zoo tetap beroperasi dan tidak memberatkan keuangan perusahaan. Salah satu strategi yang ditempuh, dengan membuka bisnis pertashop dan digunakan untuk mendukung kegiatan pariwisata Gembira Loka Zoo.

”Dengan adanya pertashop yang milik Gembira Loka, itu lebih enak koordinasi pemesanan. Kalau untuk pasokannya lebih terjamin. Kalau dulu memang dipasok pihak luar yang ambil ke SPBU, sehingga kurang efektif dan efisien,” jelasnya.

Keberadaan pertashop yang merupakan bisnis baru dari Gembira Loka Zoo, juga mendapat dukungan dari seluruh karyawan. Dedi sebagai orang yang selalu menggunakan kendaraan dinas merasa terbantu, karena tidak harus membeli BBM di SPBU yang jaraknya cukup jauh.

”Sangat berguna sekali, karena biasanya kalau mau beli bensin harus keluar dulu. Tapi sekarang ada pertashop, cukup di sini dan langsung diisi,” imbuh Dedi.

Manager Pertashop Gembira Loka Zoo Leonardo Nico Tirtono menceritakan, manajemen sebelumnya pernah memimpikan memiliki SPBU sendiri untuk bisa mendukung seluruh kegiatan operasional. Tidak hanya menyuplai BBM bagi kendaraan dinas saja, tetapi seluruh wahana maupun kendaraan wisata di areal Gembira Loka Zoo. Sebab, konsumsi BBM di Gembira Loka Zoo cukup tinggi terutama di sektor wahana permainan.

Menurut nico, karena kebutuhan BBM yang cukup besar di Gembira Loka Zoo itu maka manajemen menginginkan ada SPBU sendiri walau tidak terlalu besar tetapi bisa memenuhi kebutuhan BBM. Sehingga, pembelian BBM lewat pihak ketiga juga tidak terlalu sering dan memberatkan anggaran perusahaan.

”Dengan adanya program pertashop dari Pertamina, itu memperbolehkan kami untuk memiliki SPBU yang skala ukurannya jauh lebih kecil daripada SPBU pada umumnya. Dengan adanya pertashop ini, armada bisa langsung mengisi BBM tanpa keluar dari kompleks Gembira Loka,” jelas Nico.

Nico menjelaskan, keberadaan pertashop yang dimiliki Gembira Loka Zoo ini memberikan keringanan beban anggaran dari pembelian BBM. Sebab, selama masa pandemi ini tidak banyak pengunjung yang datang dan manajemen juga melakukan pengurangan pegawai. Sehingga, kehadiran pertashop membantu Gembira Loka Zoo tetap beroperasi meski di tengah keterbatasan dan pembatasan jumlah pengunjung.

”Sejak pandemi kami ada efisiensi karyawan, maka ada poin-poin yang ikut dikurangi. Dengan pertashop ini, kita juga tidak perlu beli BBM ke sejumlah SPBU,” tuturnya.

Yang disampaikan Nico juga diamini Fahmi, bahwa kehadiran pertashop di Gembira Loka Zoo memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata. Terutama di masa pandemi sekarang ini.

”Sekarang dengan adanya pertashop, kami bisa memenuhi kebutuhan BBM tanpa harus beli ke SPBU dan tidak perlu jauh-jauh.” Ujar Fahmi.

Nico menambahkan, kehadiran Pertashop Gembira Loka Zoo ternyata juga menunjang kegiatan masyarakat sekitar. Terlebih lagi, di sekitar Gembiraloka Zoo memang tidak ada SPBU. Sehingga, masyarakat sekitar juga terbantu mendapatkan BBM dengan harga resmi Pertamina dan kualitas terjaga.

”Antusiasmenya cukup meningkat, karena pertashop ini juga masih masa pengenalan ke masyarakat sekitar. Kehadiran pertashop tidak hanya mendukung kegiatan pariwisata Gembira Loka saja, tapi juga ekonomi masyarakat sekitar. Ada yang beli Pertamax kemudian dijual eceran lagi, dan itu dibolehkan Pertamina,” lanjut Nico.

Nico menyebutkan, Pertashop Gembira Loka Zoo tidak hanya membantu dari sektor penyediaan BBM saja atau masyarakat sekitar tetapi juga memberikan lapangan kerja bagi pemuda daerah setempat. Sebab, tenaga operator pertashop yang direkrut merupakan pekerja terdampak pandemi yang di-PHK perusahaan.

”Tenaga operatornya dari Gembira Loka, walaupun mereka pakai seragam Pertamina. Ada tenaga yang direkrut dan itu merupakan korban PHK dari perusahaan sebelumnya,” ujar Nico.

Salah satu operator Pertashop Gembira Loka Zoo, Fendi Saputra mengaku sebelumnya sempat menganggur selama setahun karena usaha mobil pariwisata tempatnya bekerja tutup akibat pandemi. Saat mengetahui ada lowongan pekerjaan di Pertashop Gembira Loka Zoo tersebut, dirinya lantas mendaftar dan diterima.

Pekerjaan barunya sebagai operator Pertashop Gembira Loka Zoo, setidaknya memberikan pengurangan beban hidupnya dan bisa menafkahi keluarganya kembali.

”Sebelum kerja di sini, saya driver travel. Terus ada lowongan, saya daftar dan diterima. Karena saya sudah setahun nganggur,” ucap Fendi.

Sementara itu Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Brasto Galih Nugroho mengatakan, kehadiran Pertashop Gembira Loka Zoo akan memberikan nilai tambah bagi pemulihan ekonomi pariwisata di Yogyakarta maupun masyarakat sekitar. Pihaknya juga memberikan dukungan penuh bagi obyek wisata, yang memang mempunyai kebutuhan BBM besar dan menginginkan membuat pertashop setara SPBU mini.

”Hadirnya kedua produk tersebut di Gembira Loka, menunjukkan adanya kebutuhan BBM yang tinggi dan berkualitas di sekitar kawasan wisata tersebut. Dengan adanya pertashop di kawasan wisata ini, akan memudahkan masyarakat maupun pengelola wisata dalam pemenuhan BBM yang berkualitas,” paparnya.

Menurut Brasto, Pertashop Gembira Loka Zoo merupakan pertashop pertama yang dikelola sebuah tempat wisata di wilayah Jateng-DIY. Sebab, pertashop biasanya dikelola BUMDes atau pengembangan usaha dari pemerintah desa guna mendapatkan pemasukan desa. Khusus untuk Pertashop Gembira Loka Zoo, BBM dipasok dari Fuel Terminal di Semarang dan Rewulu di Yogyakarta.

”Pertamina Patra Niaga terus gencar memperluas jaringan pertashop hingga ke pelosok perdesaan maupun kawasan wisata, khususnya yang tidak terjangkau SPBU.Kami berharap, akan ada obyek wisata local yang mengikuti jejak Gembira Loka untuk menghadirkan pertashop di sekitar areanya,” jelas Brasto.

Brasto berharap, akan ada obyek wisata lainnya yang mengikuti jejak Gembira Loka Zoo menjalin kerja sama dengan Pertamina dalam penyediaan BBM berkualitas. Khususnya, bagi obyek wisata yang memang jauh dari SPBU. (bud)

Artikel sebelumnyaDorong Penggunaan QRIS, BI Jateng Gandeng Mal Tentrem
Artikel selanjutnyaBandara Ahmad Yani Sarankan Pemudik Penuhi Syarat Perjalanan