Bank Jateng Didorong Salurkan Kredit Perumahan Subsidi

Bank Jateng
Penandatanganan kerja sama antara Bank Jateng dengan BP Tapera terkait penyaluran kredit perumahan.

Semarang, Idola 92,6 FM-Bank Jateng didorong untuk menggenjot penyaluran KPR, kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Berdasarkan data dari BPS, ada 812 ribu pasangan suami istri, tapi belum memiliki rumah.

Pj Gubernur Nana Sudjana mengatakan ratusan ribu masyarakat yang ada di Jateng, tercatat belum memiliki rumah sendiri dan hal itu menjadi modal bagi Bank Jateng untuk menyalurkan KPR kepada warga di provinsi ini. Hal itu dikatakan saat ditemui di kantornya, belum lama ini.

Nana menjelaskan, KPR dari Bank Jateng menjadi solusi untuk membantu masyarakat yang belum memiliki tempat tinggal melalui skema kredit dengan harga dan bunga murah.

Belum lama ini juga, Bank Jateng kembali mendapat kepercayaan menjadi salah satu penyalur dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat dengan penghasilan rendah melalui skema KPR Sejahtera atau perumahan subsidi.

Menurut Nana, kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan bantuan kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah.

“Kepercayaan yang diberikan kepada Bank Jateng harus dijaga dengan baik. Peningkatan layanan kepada masyarakat juga harus ditingkatkan. Apalagi tahun ini Bank Jateng juga memperoleh penghargaan pelayanan prima nomor dua terbaik. Setelah sebelumnya hanya mampu mendapatkan peringkat enam,” kata Nana.

Sementara Plt Direktur Utama Bank Jateng Irianto Harko Saputro menambahkan, dari hasil survei yang dilakukan BPS pada 2023 kemarin menyebut jika pekerja formal di Jateng ada lebih dari 800 ribu orang belum memiliki rumah.

Jumlah tersebut didominasi pekerja formal pada rentang usia 21-40 tahun.

Menurutnya, tahun ini Bank Jateng mendapat kuota sebesar 200 unit rumah dari BP Tapera yang sudah dapat diakses seluruh masyarakat Jateng.

Baik dengan skema konvensional maupun syariah.

“Pada tahun 2024 ini kami juga berkontribusi membantu masyarakat Jawa Tengah dalam memenuhi kebutuhan rumah murah. Total sebanyak 1.165 unit rumah rumah dengan total kredit atau pembiayaan sebesar Rp124,7 miliar,” ucap Irianto. (Bud)