
Semarang, Idola 92,6 FM-Kebutuhan hunian layak dan terjangkau di Jawa Tengah masih tergolong tinggi.
Ketua DPD REI Jateng Harmawan Mardiyanto mengatakan kebutuhan rumah masyarakat di provinsi ini masih besar, sehingga asosiasi pengembang terus berupaya membangun perumahan secara baik dan benar sesuai sesuai aturan. Hal itu dikatakan di sela Rakerda DPD REI Jateng 2026 di Wisma Perdamaian Semarang, Rabu (11/2).
Harmawan menjelaskan, dukungan Pemprov Jateng terhadap sektor perumahan cukup kuat yang terlihat dari komitmen Gubernur Ahmad Luthfi secara rutin melakukan evaluasi setiap tiga bulan terkait percepatan pembangunan rumah.
Namun demikian, diakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait keselarasan kebijakan lahan sawah dilindungi (LSD) serta perbedaan regulasi di masing-masing kabupaten dan kota.
“Pemahaman pemerintah daerah terhadap skema pembiayaan perumahan, khususnya Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan belum merata. Pada tahun kemarin, kuota nasional mencapai sekitar 350 ribu unit dan realisasinya baru sekitar 280 ribu unit,” kata Harmawan.
Menurut Harmawan, kehadiran Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menjadi angin segar karena dukungan pembiayaan semakin kuat.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, program tiga juta rumah bukan sekadar target angka, melainkan bentuk komitmen negara dalam memenuhi kebutuhan papan masyarakat.
“Khusus Jawa Tengah, backlog perumahan kita hampir 1,33 juta unit. Ini PR besar yang harus kita keroyok bersama, termasuk dengan REI dan asosiasi perumahan lainnya,” ujarnya.
Luthfi menyatakan, Pemprov Jateng optimistis, dengan sinergi pemerintah daerah dan pengembang, maka kebutuhan papan masyarakat di provinsi ini dapat terpenuhi secara bertahap dan berkelanjutan. (Bud)













