Lahan persawahan terendam banjir.

Semarang, Idola 92,6 FM-Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah sudah mengajukan klaim asuransi usaha tani padi (AUTP), untuk lahan pertanian yang terdampak banjir di Kabupaten Kudus, Pati, Grobogan dan Jepara.

Saat ini, data tersebut sudah berada di Asuransi Jasindo (Jasa Indonesia) untuk dilakukan validasi dan realisasi atau klaim asuransi.

Kepala Distanak Jateng Defransisco Dasilva Tavares mengatakan pendataan terkait lahan padi yang terdampak banjir sudah dilakukan, dan data tersebut sudah masuk ke aplikasi SIAP yang digunakan sebagai klaim AUTP. Hal itu dikatakan saat ditemui di Semarang, kemarin.

“Dari data itu Jasindo nanti akan mengajak pihak pengendali organisme pengganggu tumbuhan (OPT) Dinas Pertanian yang ada di setiap kabupaten untuk mengecek, divalidasi sesuai apa tidak. Prosesnya sekitar 15 hari setelah kejadian atau pelaporan. Setelah valid, Jasindo akan melakukan penggantian kepada kelompok yang terdampak,” kata Tavares.

Tavares menjelaskan, di wilayah Kudus ada 315,49 hektare lahan padi yang terdampak banjir dan di wilayah Pati terdapat 672,12 hektare lahan yang terdampak banjir serta di Grobogan terdapat 83,3 hektare lahan terdampak banjir.

“Kalau yang kita ganti itu biasanya yang sudah mau panen. Kayak di Kudus itu kan sudah mau panen, tidak bisa diselamatkan. Data AUTP Provinsi Jawa Tengah tahun 2025 terdapat empat daerah yang dimasukkan karena berpotensi tekena dampak perubahan iklim (DPI) atau bencana, yaitu Kabupaten Demak, Pati, Kudus dan Grobogan,” kata Tavares.

Menurut Tavares, untuk di Jepara belum masuk daftar AUTP 2025.

Sebab, mekanisme penyelesaian lahan terdampak banjir di Jepara berbeda, dan begitu halnya daerah lain yang lahan padinya terancam gagal panen karena terdampak bencana arau organisasi pengganggu tanaman.

“Jepara juga sudah ada datanya karena yang terkena sawah semua. Mekanismenya bukan asuransi tetapi kami mengajukan bantuan penggantian benih padi untuk ditanam ulang dengan pupuknya,” pungkasnya. (Bud)