
Semarang, Idola 92,6 FM-Perum Bulog memastikan, tetap menyerap gabah petani yang terdampak banjir di Desa Tinanding, Kecamatan Godong.
Direktur Pengadaan Perum Bulog Prihastyo Setyanto mengatakan total luasan sawah terdampak banjir di Kecamatan Godong mencapai lebih dari 300 hektare, dari jumlah tersebut, Desa Tinanding menjadi wilayah terparah dengan sekira 150 hektare lahan sawah terdampak. Hal itu dikatakan usai meninjau langsung lahan persawahan yang terendam banjir bersama Pemimpin Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah Sri Muniati, kemarin.
Prihastyo menjelaskan, akibat banjir, produktivitas panen petani mengalami penurunan lumayan banyak.
Jika dalam kondisi normal satu hektare mampu menghasilkan 70-80 kuintal gabah, kini hasil panen hanya berkisar 40-50 kuintal per hektare.
“Ini tentu berdampak pada hasil panen petani. Sesuai amanah Bapak Direktur Utama, kami harus hadir membantu petani dalam situasi terkena bencana,” kata Prihastyo.
Prihastyo menjelaskan, Bulog tetap melakukan penyerapan gabah meski terdampak banjir.
Langkah ini dilakukan, agar petani tidak kecewa setelah masa panen tiba namun kesulitan menjual hasilnya.
“Kami hadir bersama tim Bulog wilayah, Kementerian Pertanian, dan jajaran terkait untuk memonitor kondisi di lapangan. Bulog harus menyerap apa yang dihasilkan petani, supaya setelah panen tidak ada kekhawatiran gabahnya tidak terserap,” jelasnya.
Menurut Prihastyo, dalam penyerapan tersebut, Bulog membeli gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski kualitas gabah terdampak banjir cenderung menurun, Bulog tetap berkomitmen menyerap dengan harga tersebut.
“Gabah yang pernah terkena banjir tentu kualitasnya berbeda. Namun tetap kami beli Rp6.500 per kilogram. Setelah itu langsung kami proses, masuk pengeringan dan penggilingan untuk menjadi beras,” imbuhnya.
Lebih lanjut Prihastyo menjelaskan, gabah yang telah diproses selanjutnya akan dimasukkan sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Dengan langkah ini, Bulog tidak hanya membantu menjaga pendapatan petani terdampak bencana, tetapi juga memperkuat stok beras nasional. (Bud)













