Mendes PDT Yandri Susanto (kanan) bersama Wagub Taj Yasin saat berada di Boyolali, lokasi peringatan Hari Desa Nasional 2026.

Semarang, Idola 92,6 FM-Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan penguatan ekonomi desa, harus dilakukan melalui langkah konkret, salah satunya dengan mendorong pelaku usaha di tingkat desa agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas. Hal itu dikatakan saat kunjungan ke Boyolali, kemarin.

Yandri menjelaskan, pemerintah akan terus memetakan produk unggulan desa secara nasional.

Salah satu fokus utama adalah mengatasi kendala pemasaran yang selama ini kerap dihadapi pelaku usaha desa, meski memiliki produk berkualitas.

“Ini adalah cara konkret membangun dari desa dan dari bawah, untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, sekaligus pemberantasan kemiskinan. Kita akan serius melakukan pengawalan, mulai dari desa ekspor, desa wisata, hingga membangun ekosistem ekonomi desa melalui koperasi desa Merah Putih, serta koneksi dengan berbagai program dan rantai pasok nasional,” kata Yandri.

Menurut Yandri, produk-produk unggulan dari desa menjadi momentum penting untuk memerkenalkan potensi desa sekaligus menegaskan peran desa sebagai penggerak utama ekonomi nasional.

Ia menekankan, desa tidak lagi diposisikan sebagai pemain pinggiran, melainkan aktor utama dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

“Sejumlah capaian pengembangan desa, termasuk keberhasilan beberapa BUMDes yang mampu mencatatkan pendapatan hingga puluhan miliar rupiah per tahun, serta desa wisata dengan omzet miliaran rupiah. Untuk mendukung pemasaran, Kemendes menjalin kerja sama lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Perdagangan dan Badan Gizi Nasional,” jelasnya.

Terkait penunjukan Jateng sebagai tuan rumah Hari Desa Nasional 2026, Yandri menyebut provinsi ini memiliki banyak desa yang sudah maju dan mandiri serta mendapat dukungan kuat dari pemerintah daerah.

“Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pihak inilah yang menjadi kunci agar desa-desa di Indonesia bisa benar-benar naik kelas,” pungkasnya. (Bud)