Mengenal Jois Harsa, Pendiri PKBM Samudera Sabilulungan dan Direktur BUMDes Motekar dari Garut

Jois Harsa
Jois Harsa, Pendiri PKBM Samudera Sabilulungan dan Direktur BUMDes Motekar Desa Samudera Jaya Kecamatan Caringin Kabupaten Garut Jawa Barat. (Dok Jois)

Garut, Idola 92.6 FM – Sosok pemuda bergelar magister peternakan ini tak lelah berkarya untuk membangun desa. Iming-iming pendapatan lebih menjanjikan jika bekerja di kota, ia abaikan. Hal ini tak lepas dari tekadnya, bagaimana membangun desa setelah pulang dari menimba ilmu di bangku kuliah. Ia membantu inseminasi domba, mendidik warga yang kesulitan sekolah, hingga turut serta mengelola pabrik es.

Ia adalah Jois Harsa (27 tahun), pendiri Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Samudera Sabilulungan dan Direktur BUMDes Motekar dari Desa Samudera Jaya Kecamatan Caringin Kabupaten Garut Jawa Barat.

BUMDes Motekar Desa Samudera Jaya
BUMDes Motekar Desa Samudera Jaya Kecamatan Caringin Kabupaten Garut Jawa Barat mendapat bantuan laptop. (dok Jois)

Semua yang dilakukan Jois, tak lepas dari pengalaman masa lalu. Terlebih setelah bapaknya, Dadang Hermawan, dipilih warga menjabat kepala desa pada 2019. Ia bertekad membantu warga untuk bisa mengikuti jaman, termasuk bergelut di BUMDes Motekar.”Alhamdulillah BUMDes dapat laptop, dan diajari marketplace,”tutur Jois kepada radio Idola, pagi (12/07) tadi.

Jois Harsa
Jois Harsa, Pendiri PKBM Samudera Sabilulungan dan Direktur BUMDes Motekar Desa Samudera Jaya Garut dengan kegiatannya. (Dok Jois)

Ketika melihat di daerah ada yang tak lulus SD atau SMP, dirinya juga bergerak di bidang pendidikan. Terbentuklah PKBM Samudera Sabilulungan. Harapannya, setelah mereka menimba ilmu di PKBM, warga punya modal jika ingin bekerja di perusahaan-perusahaan.

Lalu, apa mimpi Jois untuk desanya?

Selengkapnya, berikut ini wawancara radio Idola Semarang bersama Jois Harsa, pendiri PKBM Samudera Sabilulungan dan Direktur BUMDes Motekar dari Desa Samudera Jaya Kecamatan Caringin Kabupaten Garut Jawa Barat.(yes/her)

Simak podcast wawancaranya:

Artikel sebelumnyaGali Potensi Lokal Borobudur, Wanita Ini Kembangkan Cokelat Jadi Oleh-oleh Wisatawan
Artikel selanjutnyaMenyoroti Fenomena Migrasi atau Titip Identitas Anak di Kartu Keluarga pada PPDB