Nita Rachmenia, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng.

Semarang, Idola 92,6 FM-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah bersama pemprov, berkomitmen mendorong pengelolaan keuangan daerah berbasis digital, guna memastikan transparansi serta meningkatkan efektivitas pendapatan dan belanja daerah.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng Nita Rachmenia mengatakan komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Semarang, kemarin.

Menurut Nita, rapat tersebut bertujuan mengevaluasi capaian TP2DD di 35 kabupaten/ kota di Jateng dan hasil evaluasi akan dibahas di high level meeting bersama kepala daerah tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Nita menjelaskan, penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di seluruh kabupaten/ kota di Jateng telah terwujud.

Namun, partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan kanal pembayaran digital masih perlu ditingkatkan.

“Secara infrastruktur, seluruh kanal digital sudah tersedia. Yang perlu terus didorong adalah partisipasi masyarakat, khususnya dalam pembayaran pajak maupun retribusi,” kata Nita.

Sementara Kabid Perencanaan dan Pengembangan Pendapatan Bapenda Jateng Chairunisa menambahkan, digitalisasi pembayaran telah diterapkan, termasuk melalui aplikasi New Sakpole dan layanan Samsat Budiman serta inovasi terbaru Samsat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Guna optimalisasi ke depan, pihaknya berencana melakukan rebranding New Sakpole dan mengintegrasikannya dengan SuperApp Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN).

Diketahui, selain digitalisasi pembayaran, Pemprov Jateng juga menyediakan layanan pengadaan barang dan jasa seperti Blangkon Jateng, Tisera, Gratis Ongkir dan Toko Ladang yang terintegrasi dengan LKPP. (Bud)