Petugas PLN melakukan pemulihan jaringan di wilayah terdampak banjir di Gubug, Grobogan.

Semarang, Idola 92,6 FM-Tanggul jebol akibat cuaca ekstrem di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, memicu banjir di sejumlah wilayah, termasuk Desa Tinanding, kemarin.

Peristiwa ini tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga berdampak pada sistem kelistrikan.

Akibat genangan air dan sejumlah tiang listrik yang rusak serta miring, aliran listrik terpaksa dihentikan sementara demi keselamatan warga.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan Yogyakarta Bramantyo Anggun Pambudi mengatakan awalnya tercatat 335 pelanggan terdampak, namun setelah debit air meningkat, jumlahnya bertambah menjadi 2.412 pelanggan yang tersebar dari 36 trafo dan 2 penyulang listrik.

Bramantyo menjelaskan, PLN telah memulihkan aliran listrik kepada 1.742 pelanggan atau sekira 72 persen dari total terdampak.

Sementara 536 pelanggan lainnya masih dalam proses penormalan dengan mempertimbangkan kondisi keamanan di lokasi banjir.

Menurutnya, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam situasi darurat ini.

“PLN bergerak cepat mengamankan instalasi kelistrikan untuk mencegah potensi bahaya akibat genangan air. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mendekati instalasi listrik yang terdampak banjir. Petugas kami terus bersiaga untuk mempercepat pemulihan setelah kondisi dinyatakan aman,” kata Bramantyo.

Lebih lanjut Bramantyo menjelaskan, selain melakukan pengamanan jaringan, PLN juga memastikan pasokan listrik di lokasi pengungsian tetap tersedia agar kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat.

“PLN terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait dalam penanganan banjir serta pemulihan kelistrikan secara bertahap. Masyarakat diminta segera melaporkan potensi bahaya kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123,” pungkasnya. (Bud)