Jokowi: Amnesti Pajak Upaya Meredam Tekanan Ekonomi Global

Semarang, Idola 92.6 FM – Presiden Jokowi terus melakukan sosialisasi amnesti pajak kepada pengusaha agar bisa menarik uang yang dimilikinya dari luar negeri masuk Indonesia.

“Program amnesti pajak merupakan upaya pemerintah untuk meredam tekanan ekonomi global yang saat ini sedang terjadi disemua negara,” terang Jokowi dalam sosialisasi amnesti pajak di Hotel Patra Jasa Semarang, Selasa (9/8).

Presiden menjelaskan, dengan program pengampunan pajak itu diharapkan akan membawa efek positif bagi perekonomian Indonesia secara menyeluruh.

Dana itu diakuinya akan mampu memberi banyak manfaat, mulai dari pembangunan infrastruktur, penyerapan tenaga kerja, likuiditas sistem keuangan dan juga pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

“Semua negara mengalami persoalan yang sama. Ada negara yang pertumbuhan ekonominya turun dari 10 persen menjadi 6,5 persen. Jadi, semua negara melakukan sejumlah cara agar dana investor masuk ke negara masing-masing,” seru Jokowi.

Sehingga, kata dia, sebagai warga negara yang hidup di Indonesia sudah sepantasnya memberikan sumbangsih untuk tanah airnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, program amnesti pajak bukanlah sebuah jebakan bagi investor karena akan melindungi data setiap wajib pajak (WP).

“Data diri maupun harta kekayaannya semua akan dirahasiakan,” katanya.

Menurut Ganjar, kekhawatiran amnesti pajak sebagai jebakan diketahui ketika dirinya berdialog dengan sejumlah pengusaha di Jawa Tengah.

“Jangan khawatir anda tidak diungkit, tidak ditanya sumbernya dari mana. Selain itu, tidak ada pula korelasi dengan KPK,” tambahnya.

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, dengan adanya penjaminan kerahasiaan data identitas dan harta kekayaannya maka pengusaha merasa mendapat keamanan.

Sehingga, hal itu akan memberikan efek psikologis bagi peserta amnesti pajak dan membantu menyukseskan program penarikan dana dari luar negeri itu. (Budi A/Diaz A/Heri CS)

Artikel sebelumnyaTekan Inflasi, Bank Indonesia Bantu Tambah Alat Pertanian
Artikel selanjutnyaJokowi: Dana Repatriasi Fokus Untuk Infrastruktur Indonesia Timur