Mengantisipasi Dampak Sosial Dan Lingkungan Akibat Fenomena La Nina

Semarang, Idola 92.6 FM – Dilintasi garis katulistiwa dan dikaruniai tanah surga sehingga diibaratkan tongkat kayu dan batu pun jadi tanaman memang patut disyukuri Indonesia. Beriklim tropis dan diapit dua samudra juga membuat Indonesia selalu berada dalam ancaman El Nino dan La Nina. Dua nama itu disematkan para ahli cuaca untuk dua fenomena alam yang berdampak merusak wilayah-wilayah yang dihampirinya. El Nino merupakan sebutan untuk fenomena kenaikan suhu perairan di Samudera Pasifik. Kenaikan suhu air laut tersebut memengaruhi persebaran pembentukan awan hujan.

Bagi Indonesia, jika El Nino muncul, pertumbuhan awan hujan di wilayah barat terhambat sehingga memicu kekeringan. Dampak buruk El Nino mengakibatkan beberapa wilayah rentan mengalami kebakaran hutan. Sumatera Selatan, Jawa, dan Kalimantan Barat adalah daerah yang sangat rentan mengalami kebakaran. Sejak 65 tahun terakhir, El Nino yang terjadi pada 2015 tercatat sebagai yang terburuk. Lantas, apa itu La Nina? Berbeda dengan El Nino, La Nina adalah penurunan suhu muka laut di kawasan timur ekuator di Lautan Pasifik. Saat terjadi La Nina, angin pasat timur yang bertiup di sepanjang Samudera Pasifik menguat.

Satu hal yang membuat Indonesia harus selalu waspada adalah adanya data statistic sela a50 tahun terakhir bahwa 75 persen El Nino akan diikuti La Nina. Bencana di Garut Selasa malam hingga Rabu dini hari kemarin yang menewaskan 23 orang sangat mungkin masih disusul bencana berikutnya. Apalagi BNPB mengungkapkan upaya antisipasi yang kurang memadai. Di antaranya belum semua sungai di Indonesia memiliki tanggul sungai sehingga air mudah melimpah saat banjir. Selain itu, saat ini terdapat 274 kabupaten/kota yang terancam bahaya longsor. Untuk mengatisipasi longsor, BNPB membutuhkan ratusan system peringatan dini (early warning system). Namun, saat ini jumlah alat yang tersedia baru 50 unit.

Lantas, meneropong dan mengantisipasi dampak sosial dan lingkungan akibat fenomena La Nina, upaya apa yang mesti dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi ancaman berbagai bencana akibat dampak fenomena el Nino dan La Nina? Apa hambatan dan tantangan terbesar sebenarnya dalam upaya penanggulangan bencana alam selama ini? Sejauh mana pemerintah telah melakukan upaya mitigasi bencana di Indonesia?

Guna memeroleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itulah, Radio Idola 92.6 FM berbincang dengan Imam B. Prasodjo, Sosiolog & Dosen FISIP UI dan Dr Eko Teguh Paripurno MT, Ketua Pusat Studi Manajemen Bencana, Lembaga Penelitian dan Pengadian Masyarakat LPPM UPN Veteran Yogyakarta. (Heri CS)

Berikut perbincangaannya:

Artikel sebelumnya[PhotoEvent] Journey To Success On Stage September 2016
Artikel selanjutnyaDisdukcapil Diminta Selidiki Warga Brebes Ber-KTP Jakarta