PMI Gelar Pelatihan Kebencanaan Bersama Negara ASEAN

Dokumentasi PMI saat pembukaan pelatihan penanggulangan bencana di pusdiklat PMI Jawa Tengah.

Semarang, Idola 92.6 FM – Sebanyak 16 orang perwakilan dari negara-negara ASEAN mengikuti pelatihan penanggulangan bencana dengan PMI Jawa Tengah. Pelatihan digelar bekerja sama dengan ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre).

Ketua Bidang Penanganan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Sumarsono mengatakan siap bekerja sama dengan palang merah negara sahabat di kawasan ASEAN dalam antisipasi dan pengurangan risiko bencana.

“Peserta mendapatkan berbagai materi dan praktik lapangan seperti tujuh prinsip dasar palang merah dan bulan sabit merah internasional, penanggulangan bencana yang dilakukan PMI, dukungan psikologi untuk korban bencana, dan dapur umum,” ujarnya di Semarang, Selasa (24/5).

Menurutnya, kerja sama ini dilakukan atas dasar karena negara ASEAN khususnya Indonesia termasuk negara rawan bencana, sehingga perlu adanya pelatihan untuk meminimalisir risiko bencana.

“ASEAN ini kan wilayah yang rentan terjadi bencana, karena ada dua lempeng kerak bumi yang bertemu. Dengan AHA Centre ini diharapkan masing-masing negara tahu bagaimana harus bertindak,” tandasnya.

AHA Centre adalah lembaga regional untuk membantu pemerintah di masing-masing negara dalam penanggulangan bencana. Bantuan yang ditawarkan antara lain berupa data dan informasi, baik pada masa pra-bencana maupun tanggap darurat.

Officer for AHA Centre Executive Programme, Ririn Haryani mengatakan, pelatihan itu akan dilaksanakan dalam waktu enam bulan dengan menargetkan pelatihan untuk 100 orang.

“Hingga kini yang sudah mengikuti pelatihan 45 orang. Khusus untuk palatihan di Semarang ini diikuti 16 orang,” pungkas Ririn.

Adapun lokasi pelatihan berpindah tempat, antara lain di Selandia Baru, Jepang, Malaysia, dan Indonesia. (Budi Aries/Diaz Abidin/Heri CS)

Artikel sebelumnyaUtang Pemerintah RI Naik Lagi, Ini Penjelasan Menkeu Di DPR
Artikel selanjutnyaICW: Negara Rugi Rp 1,3 Triliun Akibat Korupsi Anggaran Pendidikan