ASITA Jateng: Wisata Syariah di Jateng Layak Dikembangkan

Semarang, Idola 92.6 FM – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) menyatakan, beberapa wisata syariah di Jawa Tengah layak dikembangkan.

Ketua ASITA Jawa Tengah Joko Suratno mengatakan di provinsi ini, sangat potensial dikembangkan menjadi daerah tujuan destinasi berbasis syariah. “Apabila hal itu dikembangkan dengan baik, maka akan menarik banyak wisatawan datang. Tidak hanya wisatawan domestik saja, tetapi juga mancanegara terutama wisatawan muslim,” kata Joko, Senin (4/12/2017).

Menurut Joko, beberapa destinasi wisata syariah di Jawa Tengah cukup banyak, namun belum terlalu serius menggarapnya. Sebab, selama ini destinasi wisata syariah di Jawa Tengah masih didominasi wisatawan lokal saja.

Salah satu destinasi wisata religi yang paling diminati adalah Wali Songo. Yakni, kunjungan ke makam Sunan Kudus dan Sunan Muria, di Kabupaten Kudus. Kemudian, wisata ke Masjid Agung Demak dan makam Kadilangu, di Kabupaten Demak.

Menurut Joko, di provinsi ini ada daerah-daerah yang bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata syariah. Misalnya di Kabupaten Kudus, Demak dan Pekalongan.

Namun demikian, agar wisatawan domestik dan mancanegara mau datang berkunjung ke destinasi wisata syariah di Jawa Tengah, perlu ada upaya serius untuk menggarapnya.

“Di Jateng belum begitu fokus ya dijadikan destinasi wisata halal atau syariah. Saya kira ini masih jauh, meskipun Jateng wisata syariahnya kalau dikemas bagus juga. Kami dari agen wisata sangat mendukung, ini menjadi PR buat kita kalau wisatanya mau dibranding jadi wisata halal,” kata Joko.

Joko menjelaskan, di Jawa Tengah saat ini memang sudah cukup banyak penginapan atau hotel berbasis syariah. Namun, belum disinergikan dengan destinasi wisata syariahnya.

“Oleh karena itu, bila beberapa destinasi wisata syariah di Jawa Tengah sudah dikemas dengan baik maka akan mendatangkan wisatawan lebih banyak,” tandasnya. (bud/her)

Artikel sebelumnyaBahasa Jawa Dipakai sebagai Penyampai Informasi di Bandara Ahmad Yani Semarang
Artikel selanjutnyaBNN: Pil PCC Produksi Semarang Diedarkan Hingga Kalimantan Dan Sulawesi