Kampung Kranggan Dalam Menjadi Kampung Bright Gas Pertama di Semarang

Semarang, Idola 92.6 FM – Kampung Kranggan Dalam, Semarang Tengah, menjadi Kampung Bright Gas Pertama di Kota Semarang. Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV menilai Kampung Bright Gas di Yogyakarta sukses, kemudian diterapkan di Kota Semarang.

General Manager Pertamina MOR IV Yanuar Budi Hartanto mengatakan, kampung yang dijadikan pilot project sebagai kampung Bright Gas, dipilih Kampung Kranggan Dalam, Kecamatan Semarang Tengah. Kampung Kranggan Dalam hampir semua penduduknya, mayoritas sebagai perajin kulit loenpia. Terdapat 35 kepala keluarga (KK) di kampung itu, yang mengandalkan pendapatannya dengan membuat kulit loenpia.

“Dari hasil survei sementara, di kampung itu sebagian besar warganya masih menggunakan gas elpiji bersubsidi untuk memasak dan memproduksi kulit loenpia. Sementara, kebutuhan penggunaan gas ukuran tiga kilogram itu cukup tinggi untuk aktivitas memasak sehari-hari. Sehingga, pihaknya menawarkan kepada penduduk untuk beralih ke Bright Gas 5,5 kilogram,” jelas Yanuar, Jumat (8/12/2017).

Menurut Yanuar, ajakan untuk beraih dari elpiji subsidi ke nonsubsidi tersebut diterima positif masyarakat. Sebagai gantinya, Pertamina menggratiskan isi tabung Bright Gas hanya dengan menukar dua atau tiga tabung elpiji ukuran tiga kilogram.

“Jadi ini lokasi kedua kampung Bright Gas setelah Yogya. Kami berharap, dengan program ini akan memberikan edukasi kepada warga, bahwa elpiji bersubsidi hanya untuk kategori tidak mampu,” kata Yanuar.

Yanuar menjelaskan, dengan menyulap Kampung Kranggan Dalam sebagai Kampung Bright Gas juga untuk tujuan lain. Yakni, ikut membantu Pemkot Semarang di dalam membangun kampung tematik. “Harapannya, bisa menjadi ikon wisata Kota Semarang,” pungkasnya. (bud/her)

Artikel sebelumnyaBagaimana Strategi Keluar Dari Jebakan Negara Berpenghasilan Menengah
Artikel selanjutnyaGuntur Raditya Wardhana, CEO Laxita Paramitha Group

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini