Mengeluh Karena Dieng Kotor, Gubernur BI Akan Bantu Manajemen Pengolaan Sampah Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Magelang, 92.6 FM-Kondisi obyek wisata di kawasan dataran tinggi Dieng yang terkesan kotor dan kumuh karena banyak sampah plastik berserakan, menimbulkan kekecewaan dari Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo saat berkunjung. Tidak hanya sampah, tetapi juga banyak rumah liar yang dibangun di tempat wisata serta pipa air yang tidak tertata rapi.

Agus menjelaskan, keindahan kawasan wisata dataran tinggi Dieng yang menjadi obyek wisata unggulan di Jawa Tengah harus tercoreng karena ulah masyarakat dan pengunjungnya. Pernyataan Agus itu dikatakan, di sela pemberian bantuan simbolis kepada Kelompok Sadar Wisata Cebong Sikunir, dalam rangka konservasi lingkungan wisata Dieng Bersih, di Kabupaten Magelang, Sabtu (1/4).

Menurutnya, ia akan mengajak Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, untuk bersama-sama membenahi kawasan wisata Dieng. Karena, Dieng memiliki potensi wisata yang sangat besar untuk mendatangkan semakin banyak wisatawan, baik dalam maupun luar negeri.

Khusus untuk persoalan sampah, jelas Agus, Bank Indonesia akan membantu manajemen pengelolaan sampah terpadu berbasis pemberdayaan masyarakat, konservasi lingkungan dan pembenahan saluran pipa air. Sehingga, ketika kawasan Dieng sudah tertata rapi, maka Bank Indonesia akan mengajak para investor dari pengusaha besar berskala nasional untuk berkunjung sekaligis mendorong mereka berinvestasi di kawasan wisata Dieng.

“BI akan membantu manajemen pengelolaan sampah di Dieng. Memalukan, kalau obyek wisata unggulan di Jawa Tengah kotor. Kalau sudah bersih dan tertata rapi, saya akan ajak investor ke sana untuk berinvestasi,” ujarnya.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, pemerintah daerah juga harus mengelola obyek wisata Dieng agar bebas dari jebakan uang tiket. Karena, banyak wisatawan yang datang mengeluh terlalu sering mengeluarkan uang dengan dalih biaya retribusi daerah. (Bud)

Artikel sebelumnyaKPW Bank Indonesia Jateng Akan Buat Program Penguatan Kelembagaan Petani
Artikel selanjutnyaBPS: Jateng Deflasi 0,12 Persen Tapi Tarif Listrik Masih Sumbang Inflasi

BERIKAN KOMENTAR

Tulis komentar anda!
Tulis nama anda disini