Pangdam: Rebut Piala Peleton Tangkas Dari Kodam Pattimura dan Bawa ke Diponegoro

Semarang, 92.6 FM-Sebanyak 26 personel Senjata Lawan Tank (SLT) Bantuan Tempur dari Kesatuan 400/Banteng Raider diberangkatkan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Sabtu (29/4) menuju Pusat Pendidikan Infanteri Cipatat Bandung Jawa Barat, guna mengikuti Lomba TNI Angkatan Darat periode pertama 2017. Selain 26 personel atlet, juga ada komandan kontingen, official dan tim dokter dari Kesdam IV/Diponegoro yang akan mengikuti lomba kemiliteran selama 10 hari, mulai 12 Mei sampai 22 Mei 2017.

Tatang menjelaskan, kegiatan lomba tangkas kemiliteran tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena, para personel yang mengikuti lomba adalah dari kesatuan Raider dari seluruh kodam di Indonesia. Sehingga, bisa diketahui kemampuan dan keterampilan setiap personel Raider, termasuk kesiapan personel menghadapi lomba bergengsi itu.

Secara khusus, pangdam meminta kepada anggotanya untuk mengambil alih piala Peleton Tangkas dari tangan Kodam Pattimura dan dipindahkan ke Kodam IV/Diponegoro. Sehingga, ia meminta kepada ke-26 personel Banteng Raider yang berangkat untuk memberikan kemampuan terbaiknya bagi Kodam IV/Diponegoro.

“Tahun ini lomba Peleton Tangkas berbeda dari sebelumnya. Apa bedanya? Kali ini yang diberangkatkan adalah batalyon infanteri yang punya kualifikasi Raider. Jadi sekarang standarnya dan kemampuanya sama, dari Raider. Artinya, sekarang lebih berat,” tegas Tatang.

Personel yang akan berangkat mengikuti lomba Peleton Tangkas di Cipatat, Bandung

Sementara itu, Komandan Kontingen Ton Tangkas Kodam IV/Diponegoro Kol Inf Anggit Exton Yustiawan menambahkan, seluruh personel telah mendapat pelatihan fisik dan mental selama enam bulan. Sehingga, target yang diamanatkan Pangdam IV/Diponegoro akan dilaksanakan dengan membawa pulang piala bergengsi itu.

“Ada delapan materi yang akan dilombakan, di antaranya adalah lintas medan, How To Fight dan renang militer,” ujarnya. (Bud)

Artikel sebelumnyaKPw BI Jateng Sebut Amnesti Pajak Belum Bisa Dirasakan Dampaknya
Artikel selanjutnyaBuruh Anggap Skala Upah Lemahkan Pekerja di Tingkat Bipatrit