Tahun ini, Pendaftar Jalur SPA Polines Naik 2 Kali lipat

Peserta Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Polines saat ujian tulis di kampus Polines, Tembalang, Minggu (05/03). (Photo: Humas Polines)

Semarang, Idola 92.6 FM – Peminat masuk mahasiswa baru jalur undangan melalui sistem Seleksi Potensi Akademi (SPA) di Politeknik Negeri Semarang (Polines) melonjak tajam. Tercatat 3327 pendaftar jalur SPA.

Menurut Direktur Polines Ir Supriyadi, jumlah ini meningkat 2 kali lipat dibanding tahun lalu yang sebanyak 1.624 pendaftar. “Adapun kuota mahasiswa yang diterima lewat jalur dan SPA sebanyak 30 persen dari total daya tampung 1.546 mahasiswa baru,” kata Supriyadi didampingi Dadi, ST, MEng selaku Ketua Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) saat meninjau pelaksanaan ujian masuk jalur SPA di kampus Tembalang, Minggu (05/03) lalu.

Menurut Supriyadi, Polines telah terakreditasi institusi A dari BAN-PT. Memiliki 5 jurusan dengan 23 program studi yang tersebar pada jenjang diploma tiga, sarjana terapan dan magister terapan. “Jalur SPA sudah ditutup. Namun calon mahasiswa masih berkesempatan masuk melalui jalur lain,” ujarnya.

Polines menerima mahasiswa baru 2017/2018 melalui tiga jalur yakni jalur undangan yaitu SPA dan Penelurusan Minat dan Kemampuan Politeknik Negeri (PMDKPN). Jalur PMDKPN yang diikuti 43 politeknik negeri se-Indonesia masih membuka pendaftaran on-line hingga 25 April mendatang. Jalur lain yang akan segera dibuka yakni kelas kerjasama PT PLN (Persero).

Selain itu, Polines membuka jalur ujian tulis yakni Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN), Ujian Mandiri dan pendaftaran pascasarjana magister terapan. Semua informasi bisa dilihat di laman www.polines.ac.id.

Lebih lanjut menurut Supriyadi, alasan peminat lulusan SMA/SMK/MA sederajat menempuh studi di Polines di antaranya Polines adalah PTN Vokasi yang mencetak lulusan siap kerja pada bidang industri bisnis dan teknologi. Juga masa kuliah di Polines relatif lebih pendek yaitu tiga tahun untuk program Diploma serta empat tahun untuk program Sarjana Terapan. Serta pertimbangan mudahnya mencari pekerjaan karena kurikulum di Polines dirancang relatif lebih banyak materi praktek daripada teori. (Heri CS)

Artikel sebelumnyaMengawal Dana Desa
Artikel selanjutnyaPembangunan Stadion Jatidiri Ditargetkan Selesai 2018 Mendatang