TPID Jateng Luncurkan SiHaTi Generasi Ketiga dan Diharap Bisa Potong Mata Rantai Distribusi Pangan

Semarang, 92.6-Sukses dengan Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi (SiHaTi) generasi kedua yang memungkinkan pejabat daerah memeroleh early warning kenaikan harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah memerbarui aplikasi itu menjadi SiHaTi generasi ketiga. Inovasi terbaru itu, diluncurkan langsung Gubernur Ganjar Pranowo dengan disaksikan Ketua TPID Jateng Sri Puryono dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo, Jumat (28/4) di Kantor KPw BI Jateng.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah sekaligus Wakil Ketua TPID Jateng Hamid Ponco Wibowo mengatakan, SiHaTi generasi ketiga itu berisi data produksi di tingkat petani dan peternak, serta memungkinkan mereka memasukkan data jumlah produksinya. Sebagai tahap awal, SiHaTi generasi ketiga dikenalkan kepada 56 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang tersebar di 15 kabupaten/kota di wilayah Jawa Tengah. Terdiri dari sentra komoditas cabai, bawang merah, bawang putih dan daging sapi.

Generasi ketiga ini,jelas Ponco, memungkinkan masyarakat juga bisa ikut memantau perkembangan harga di pasar-pasar utama di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Aplikasi itu bisa diunduh di gawai berbasis Android dan IOS secara gratis, dan masyarakat juga bisa melakukan transaksi langsung dengan petani.

“Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari SiHaTi generasi ketiga ini. Kita harapkan, melalui SiHaTi generasi ketiga ini, bisa memoton rantai distribusi pangan yang panjang dan petani bisa mendapat untung lebih baik,” kata Ponco.

Lebih lanjut Ponco menjelaskan, keunggulan dari SiHaTi generasi ketiga ini bagi pemerintah adalah bisa mengambil keputusan dengan cepat, terkait ketahanan pangan dan kerja sama perdagangan dengan daerah lain. Sementara bagi produsen atau petani dan peternak, menjadi acuan di dalam menentukan rencana tanam dan meminimalkan lonjakan harga ketika terjadi kelangkaan produksi. Sedangkan bagi masyarakat, mampu mengelola ekspektasi positif dengan transparansi harga dan pasokan. (Bud)

Artikel sebelumnya[PhotoEvent] Semarang Trending Topic April 2017
Artikel selanjutnyaGubernur Minta Bulog Jateng Lakukan Intervensi Untuk Tekan Kenaikan Harga Bawang Putih