Krisis Ekonomi Tidak Akan Terjadi, Menkeu: Pemerintah Sudah Belajar Dari Pengalaman Sebelumnya

Semarang, Idola 92.6 FM – Pemerintah telah melakukan sejumlah antisipasi yang bisa menyebabkan krisis keuangan terjadi. Sebab, Hal itu dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani ketika memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, Senin (9/4).

Menurutnya, pemerintah sudah melakukan perkuatan sektor finansial Indonesia. Mulai dari pembenahan neraca pembayaran, penjagaan nilai tukar Rupiah dan kondisi pasar.

Mantan direktur Bank Dunia itu menjelaskan, sejumlah lembaga yang dibentuk sampai dengan saat ini sudah berjalan baik. Di antaranya adalah Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah melakukan pengawasan terhadap bank yang dianggap bermasalah.

Sri Mulyani menyebutkan, pada 1998 lalu penyebab krisis keuangan terjadi karena banyak pihak mengaku dekat dengan menteri keuangan dan memanfaatkan perbankan meminta pinjaman. Namun, saat pinjaman dicairkan tidak ada itikad untuk mengembalikan.

“Kalau perbankan dijadikan alat seperti itu (sapi perah), maka bisa terjadi krisis tahun 97-98. Makanya, sejak itu Indonesia membuat BI independen, kita membuat OJK dan membuat KKSK itu karena kita ingin menjaga sektor keuangan agar sebagai sektor yang menciptakan pertumbuhan ekonomi secara sehat di tata kelola dengan baik. Dia bisa menciptakan kenaikan tapi juga bisa menghancurkan,” kata Sri.

Lebih lanjut Sri Mulyani menjelaskan, sesuai dengan perintah dari Presiden Jokowi, maka pertumbuhan ekonomi akan terus dijaga. Termasuk, sejumlah kebijakan yang bermuara pada reformasi ekonomi. (Bud)

Artikel sebelumnyaMenakar Plus Minus Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing
Artikel selanjutnyaGanjar: Ponpes dan Masyarakat Sekitar Bisa Kolaborasi Wujudkan Ekonomi Kerakyatan