Pasar Mobil Bekas Meningkat Tiap Lebaran, Produsen Spare Part AC Kebanjiran Order

Semarang, Idola 92,6 FM – Menjelang arus mudik Lebaran sekarang ini, penjualan mobil bekas mengalami peningkatan. Sebab, masyarakat membutuhkan alat transportasi yang murah untuk pulang ke kampung halaman.

Menggeliatnya pasar mobil bekas, ternyata berdampak pada penjualan spare part AC mobil. Karena, para pembeli mobil bekas atau pemilik mobil bekas akan mengecek kemampuan pendingin udara mobilnya, sebelum digunakan untuk perjalanan jauh. Sehingga, kondisi itu menimbulkan berkah bagi para pemilik bengkel servis AC.

Direktur Fujicool dan Yaruki Indonesia Antonius Lie mengatakan memang mendekati arus mudik Lebaran, selalu ada peningkatan permintaan spare part AC mobil. Mulai dari evaporator, kondensor sampai bagian terkecil dari AC mobil.

Menurutnya, untuk di wilayah Jawa Tengah menjadi pasar potensial, karena semakin banyak pemilik bengkel AC melalui paguyuban yang bermitra dan menjual produk pabrikan asal Jepang tersebut.

Oleh karena pasar spare part AC mobil di Jateng sudah terbentuk, jelas Antonius, pihaknya melalui bengkel-bengkel servis AC terus melakukan penetrasi terhadap para konsumen. Salah satunya, melalui pelayanan dan produk yang berkualitas.

“Di Jateng sudah 70 persen bengkel AC mobil yang menjadi mitra kami, tapi untuk konsumennya baru sekitar lima persen. Tapi, kalau dilihat dari segi marketnya dibandingkan dengan merek lain, kita porsi market sharenya mencapai 40 persen secara nasional. Sebab, di setiap kota di Indonesia sudah ada distributornya,” kata Antonius saat menggelar gathering dengan mitra bengkel AC mobil di Semarang.

Lebih lanjut Antonius menjelaskan, dengan kondisi pasar di Jateng yang semakin bertumbuh itu diharapkan mampu meningkatkan penguasaan pasar di provinsi ini.

“Apalagi Jateng ini kan menyumbang 15 persen penjualan produk spare part AC mobil secara nasional,” ujarnya.

Ke depan, jelas Antonius, pihaknya akan membangun jaringan ke seluruh Indonesia, sehingga konsumen akan semakin mudah mendapatkan pelayanan dan jaminan produk. (Bud)

Artikel sebelumnyaGanjar: Pabrik Saos Butuh Bahan Baku Ketela Bisa Ajak Kerja Sama Petani
Artikel selanjutnya6 Juni Terminal Baru Bandara Ahmad Yani Operasional