Bagaimana Memperbaiki Angkutan Massal untuk Mengatasi Kemacetan Akibat Tingginya Volume Kendaraan?

Semarang, Idola 92.6 FM – Pada arus balik Lebaran H+3, jumlah pengguna angkutan umum menurun. Tetapi di sisi lain mobil pribadi justru membeludak di Jalan Tol Trans-Jawa. Agar masyarakat mau beralih moda, pemerintah dinilai perlu membenahi transportasi publik untuk keperluan mudik Lebaran.

Merujuk Kompas (10/06/2019), berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah pengguna angkutan umum pada 2019 sejak 29 Mei (H-7) hinga 9 Juni (H+3) sebanyak 12,73 juta orang atau turun 8,5 persen dibandingkan dengan jumlah pengguna angkutan umum pada periode yang sama tahun 2018 sebanyak 13,9 juta penumpang.

Dari semua moda transportasi, jumlah pengguna pesawat dan angkutan jalan merosot tajam. Jumlah penumpang pesawat turun dari 3,5 juta penumpang pada 2018 menjadi 2,5 juta orang pada 2019. Adapun jumlah pengguna angkutan jalan, termasuk bus, turun 13,7 persen dari 3 juta pengguna pada 2018 menjadi 2,63 juta orang pada 2019.

Lantas, bagaimana mestinya pemerintah memperbaiki kebijakan mengenai moda angkutan massal untuk mengatasi kemacetan—sebab bukankah jika ini tak dibenahi kemacetan akan terus terjadi? Apa hambatan dan tantangan terbesar dalam upaya ini? Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Radio Idola Semarang mewawancara Pengamat Transportasi dari Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti Suharto Abdul Majid. (Heri CS)

Berikut wawancaranya:

Artikel sebelumnyaPerang Dagang AS dan China Masih Memanas, Bagaimana Mengatasi dan Menangkap Peluang dari Situasi ini bagi Ekonomi RI?
Artikel selanjutnyaMemahami Benang Kusut Mahalnya Tiket Pesawat, Wacana Memasukkan Maskapai Asing ke Industri Penerbangan Lokal, Mungkinkah?